Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam inovasi teknologi pembelajaran sebagai upaya penguatan karakter siswa di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data mencakup 10 artikel jurnal nasional terbaru yang diterbitkan pada rentang tahun 2024 hingga 2025, yang dipilih melalui seleksi ketat berdasarkan kriteria aktualitas dan relevansi substansi. Teknik analisis data menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai dalam berbagai platform teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyatuan nilai Islam dan teknologi telah berevolusi dari sekadar digitalisasi materi menjadi transformasi ekosistem pendidikan karakter. Temuan utama meliputi: (1) Efektivitas media visual naratif, seperti animasi "Nussa dan Rara", dalam menanamkan nilai akhlak abstrak menjadi konkret melalui proses social learning; (2) Pergeseran epistemologi di mana teknologi diposisikan sebagai wasilah (perantara) nilai melalui desain aplikasi dan multimedia interaktif yang etis; serta (3) Pentingnya strategi kelembagaan di madrasah dan pesantren digital yang mensinergikan infrastruktur teknologi dengan keteladanan guru (uswah hasanah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi pembelajaran di era digital harus didesain sebagai instrumen humanis yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga memperkokoh fondasi spiritual siswa melalui kolaborasi Tri Pusat Pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat). Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan studi empiris terapan guna menguji efektivitas rancangan prototipe teknologi pembelajaran berbasis Value-Sensitive Design (VSD), serta mengeksplorasi model pengawasan digital kolaboratif antara pihak madrasah dan orang tua.
Copyrights © 2026