Inovasi kebijakan telah menjadi kebutuhan strategis dalam tata kelola publik Indonesia karena meningkatnya kompleksitas administrasi, tuntutan akan layanan publik yang efektif, dan meningkatnya tekanan untuk transparansi dan partisipasi warga. Transformasi digital, desentralisasi, dan pergeseran sosial ekonomi telah mendorong lembaga pemerintah untuk mengadopsi berbagai bentuk inovasi, mulai dari digitalisasi layanan hingga inisiatif berbasis masyarakat. Namun, diskusi akademis tentang inovasi kebijakan di Indonesia masih terfragmentasi dan kurang sintesis yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren tematik, pendekatan metodologis, aktor kunci, dan dampak inovasi kebijakan di Indonesia. Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) dilakukan menggunakan kerangka kerja PRISMA untuk menganalisis 20 artikel peer-review yang diindeks di ScienceDirect dan diterbitkan antara 2013 dan 2025. Analisis berfokus pada empat dimensi utama: tema inovasi, metode penelitian, pelaku kebijakan, dan kontribusi empiris dan teoritis dari masing-masing penelitian. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa inovasi kebijakan di Indonesia telah berkembang pesat, terutama dalam layanan publik digital, inovasi tata kelola lokal, kebijakan responsif krisis, dan inisiatif berbasis masyarakat. Namun demikian, sebagian besar inovasi tetap teknokratis dan administratif, membatasi efek transformatifnya pada struktur tata kelola. Tantangan utama termasuk kapasitas birokrasi yang terbatas, tidak adanya evaluasi jangka panjang, dan integrasi bukti ilmiah yang lemah ke dalam pembuatan kebijakan. Studi ini menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi multi-aktor, memajukan pendekatan teoretis yang lebih reflektif, dan mempromosikan inovasi kebijakan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026