Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar masih sering berfokus pada keterampilan gerak, sehingga pengembangan aspek kognitif, khususnya penalaran kritis, belum optimal. Padahal, aktivitas gerak yang dirancang secara terarah dapat melatih siswa untuk mengamati, menganalisis, mengambil keputusan, memberikan alasan, dan merefleksikan hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penalaran kritis siswa melalui aktivitas gerak dengan metode pembelajaran resiprokal dalam pembelajaran PJOK di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design dan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah 36 siswa kelas V SD Negeri 1 Landasan Ulin Selatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes objektif Multiple Choice Multiple Answer (MCMA) sebanyak 24 butir soal berdasarkan indikator interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi, dan regulasi diri. Perlakuan diberikan selama empat pertemuan melalui aktivitas kebugaran jasmani dengan tahapan predicting, questioning, clarifying, dan summarizing. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, N-Gain, dan paired sample t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest sebesar 67,58 meningkat menjadi 86,28 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p < 0,05, sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,56 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, metode pembelajaran resiprokal melalui aktivitas gerak efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran PJOK untuk meningkatkan penalaran kritis siswa sekolah dasar serta mendukung pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan reflektif sesuai prinsip Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Copyrights © 2026