Osteoporosis adalah penyakit yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang (fraktur). Dampak osteoporosis tidak hanya sebatas fraktur, tetapi juga menyebabkan nyeri kronis, disabilitas, dan meningkatkan risiko kematian. Di Indonesia, prevalensi osteoporosis diperkirakan mencapai 10,3%. Meningkatnya populasi lanjut usia di Kota Depok memperkuat pentingnya skrining dan penyuluhan osteoporosis di masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kepadatan mineral tulang, meningkatkan pengetahuan tentang osteoporosis, dan mendorong penerapan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan tulang. Program PKM dilakukan di Posbindu Delima RW 11 Kelurahan Bedahan, Sawangan, Depok, mencakup: identifikasi faktor risiko osteoporosis, pengukuran indeks massa tubuh, pemeriksaan kepadatan mineral tulang menggunakan quantitative ultrasound kalkaneus, dan penyuluhan tentang osteoporosis. Kegiatan PKM diikuti oleh 88 warga yang mayoritas (88,6%) perempuan dengan rentang usia 45-59 tahun dan 39,6% obese 1. Hasil pemeriksaan didapatkan sebagian besar warga mengalami penurunan kepadatan mineral tulang, yaitu 63,6% osteopenia dan 28,4% osteoporosis. Selanjutnya, warga diberikan edukasi dan anjuran terkait hasil pemeriksaan kepadatan mineral tulang. Kegiatan PKM ini terbukti meningkatkan pengetahuan warga tentang osteoporosis dari 30% menjadi 70%, dan kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat sebagai upaya mencegah osteoporosis dan dampaknya.
Copyrights © 2026