Transpersonal caring dalam teori Human Caring Jean Watson menekankan hubungan empatik, kehadiran tulus, dan dukungan spiritual dalam praktik keperawatan. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Pada pasien pasca-stroke, harapan dan resiliensi berperan penting dalam proses pemulihan dan penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas transpersonal caring (Caritas Processes) perawat dengan tingkat harapan dan resiliensi pasien pasca-stroke di RSAU dr. M. Salamun Bandung. Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 57 responden dengan teknik Accidental sampling. Menggunakan kuesioner Transpersonal Caring (CPC), tingkat harapan (HHI), resilience (CD-RISC), dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan transpersonal caring perawat berada pada sedang (33,3 %), dan rendah (43,9 %). Tingkat harapan pasien berada pada kategori tinggi (45,6 %), dan rendah (54,4%). Resilience berada pada kategori tinggi (49,1%), dan rendah (54,4%). Terdapat hubungan signifikan antara transpersonal caring perawat dengan tingkat harapan (p = 0,000) dan resilience (p = 0,000). Peningkatan kualitas transpersonal caring berkontribusi terhadap meningkatnya harapan dan resiliensi pasien dalam menghadapi kondisi penyakitnya.
Copyrights © 2026