Latar belakang dari studi ini adalah rendahnya hasil belajar murid pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5 SDN 15 Sungai Padi, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki hasil belajar murid melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan evaluasi. Partisipan dalam penelitian adalah murid kelas 5 dari SDN 15 Sungai Padi. Data dikumpulkan lewat tes pencapaian dan lembar observasi untuk mengamati aktivitas guru dan murid selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif serta kualitatif-deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar murid secara bertahap di setiap siklus. Penilaian aktivitas guru menunjukkan peningkatan dari 52,7% pada sesi pertama menjadi 62,5% pada sesi kedua dalam siklus pertama. Sementara itu, pada siklus kedua, ada kenaikan dari 81,9% pada sesi pertama menjadi 95,8% pada sesi kedua. Selain itu, penilaian keterlibatan murid juga mengalami peningkatan; pada Siklus 1, peningkatan dari 52,7% di sesi pertama menjadi 58,3% di sesi kedua, dan pada Siklus 2, terjadi peningkatan signifikan dari 86,1% di sesi pertama menjadi 95,8% di sesi kedua. Ini menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah secara efektif mendukung peningkatan hasil belajar dalam IPAS bagi murid kelas lima di SDN 15 Sungai Padi, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.
Copyrights © 2026