Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusial bagi kesiapan akademik anak usia 5-6 tahun. Observasi awal di KB Bustanul Ulum Kalisat Jember menunjukkan bahwa 6 dari 12 anak masih mengalami kesulitan dalam aktivitas motorik halus seperti memegang alat tulis dan mengikuti garis pola, yang disinyalir akibat dominasi penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Alat Permainan Edukatif (APE) Maze Warna dari bahan bekas yang valid, praktis, dan efektif untuk menstimulasi motorik halus anak. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek uji coba terdiri dari guru kelas B dan 12 peserta didik. Instrumen pengumpulan data meliputi angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru dan anak, serta lembar observasi motorik halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validasi ahli materi memperoleh persentase 96,67% dengan kategori "Sangat Baik"; (2) validasi ahli media memperoleh persentase 88,33% dengan kategori "Sangat Baik"; (3) respon guru memperoleh persentase 94,64% dengan kategori "Sangat Baik"; (4) respon anak memperoleh persentase 98,33% dengan kategori "Sangat Baik"; dan (5) hasil observasi motorik halus menunjukkan 100% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan rata-rata skor 33,58. Dapat disimpulkan bahwa APE Maze Warna dari bahan bekas sangat layak digunakan sebagai media stimulasi motorik halus anak usia 5-6 tahun.
Copyrights © 2026