Maksimal Mengembangkan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa sangat penting dalam pembelajaran kimia abad ke-21, namun menumbuhkan kedua kompetensi tersebut secara bersamaan tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam praktik pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan STEAM-LABIRIN dalam mengembangkan pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran kimia asam-basa. Metode kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen digunakan, yang melibatkan 68 siswa kelas sebelas. Data dianalisis menggunakan skor normalized gain (N-gain), Analisis Variansi Multivariat (MANOVA), dan Uji Efek Antar-Subjek. Temuan menunjukkan bahwa PBL yang diintegrasikan dengan pendekatan STEAM-LABIRIN memiliki efek simultan yang signifikan secara statistik terhadap pemahaman konseptual dan keterampilan berpikir kritis siswa. Ketika ditinjau secara terpisah, pendekatan ini secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, sedangkan pengaruhnya terhadap pemahaman konseptual tidak berbeda secara signifikan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa PBL yang diintegrasikan dengan pendekatan STEAM-LABIRIN sangat efektif dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan memiliki potensi untuk mendukung pengembangan pemahaman konseptual dalam pendidikan kimia.
Copyrights © 2026