Perkembangan siniar pada kanal YouTube menunjukkan bahwa popularitas suatu konten tidak hanya ditentukan oleh tema, tetapi juga oleh kualitas komunikasi yang dibangun oleh penuturnya. Siniar The Catch Up Club yang memperoleh perhatian luas mengindikasikan adanya praktik komunikasi yang efektif, khususnya melalui penggunaan bahasa yang mampu membangun kedekatan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi kesantunan berbahasa oleh para host dalam episode Kejar Sakses Sejak Belia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan para host yang ditranskripsikan dan dianalisis secara purposif. Analisis mengacu pada prinsip kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech yang meliputi maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati, serta didukung oleh skala kesantunan, terutama skala kesepakatan (agreement scale) dan skala untung-rugi (cost-benefit scale). Hasil penelitian menunjukkan dominasi maksim kesepakatan dan pujian dalam membangun solidaritas, serta maksim simpati sebagai bentuk dukungan emosional. Temuan ini menegaskan bahwa popularitas siniar tidak bersifat insidental, melainkan merupakan hasil dari strategi komunikasi yang mengedepankan kesantunan berbahasa sebagai faktor utama dalam meningkatkan daya tarik dan kedekatan dengan audiens.
Copyrights © 2026