Anak tunadaksa (cerebral palsy) mengalami kesulitan motorik halus yang menghambat kemampuan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan kemandirian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi berbantuan media puzzle dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak tunadaksa (cerebral palsy) kelas VIII di SMPN 1 Kedungpring Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A–B–A yang terdiri atas baseline-1 (A1), intervensi (B), dan baseline-2 (A2). Subjek penelitian adalah satu siswa dengan cerebral palsy spastik ringan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen penilaian motorik halus, sedangkan analisis data dilakukan secara visual dalam kondisi dan antar kondisi serta didukung oleh analisis Percentage of Non-overlapping Data (PND) sebesar 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus meningkat pada fase intervensi dibandingkan fase baseline dan tetap meningkat pada fase baseline-2, yang menunjukkan bahwa terapi okupasi berbantuan media puzzle efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus siswa cerebral palsy. Namun, karena penelitian ini menggunakan desain subjek tunggal dengan satu partisipan (N=1), hasil penelitian memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi.
Copyrights © 2026