Rendahnya literasi numerasi dini dan munculnya kecemasan matematika pada anak menjadi masalah utama yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Tujuan yang dikaji adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan secara mendalam melalui pengalaman multisensori yang menyenangkan. Metodologi pengabdian menggunakan kombinasi metode Pendidikan Masyarakat dan Pelatihan. Populasi kegiatan ini adalah siswa TK B dengan sampel sebanyak 24 siswa. Teknik yang digunakan adalah model pembelajaran Bola Joget, sebuah inovasi pembelajaran di luar ruangan yang mengintegrasikan musik, gerak kinestetik, dan penggunaan media benda nyata sebagai alat manipulatif. Hasil pengabdian menunjukkan tingkat ketercapaian target sebesar 100%, di mana siswa mampu mengonstruksikan pemahaman angka ke dalam kuantitas benda nyata dengan akurat. Hasil observasi mengonfirmasi peningkatan mindful, meaningful, dan joyful siswa selama proses belajar. Rekomendasi yang diajukan adalah agar pendidik PAUD mulai mengadopsi metode pembelajaran berbasis aktivitas fisik dan benda konkret untuk membangun fondasi numerasi yang kuat tanpa tekanan psikologis. Model ini juga berpotensi dikembangkan menjadi standar operasional prosedur dalam kurikulum transisi PAUD ke Sekolah Dasar.
Copyrights © 2026