Studi kasus ini mengeksplorasi pengambilan keputusan guru dalam kegiatan membaca terbimbing bersama pembelajar Bahasa Inggris di sebuah sekolah pedesaan di Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran membaca terbimbing di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap buku di kelas dapat menimbulkan tantangan bagi guru, terutama ketika harus membimbing sekelompok kecil siswa sementara siswa lainnya melakukan kegiatan membaca mandiri. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, peneliti menemukan bahwa guru dalam penelitian ini membuat berbagai keputusan dan melakukan penyesuaian terhadap langkah-langkah pembelajaran membaca terbimbing untuk pembelajara Bahasa Inggris. Keputusan tersebut meliputi pemberian pembelajaran secara klasikal, penggunaan video dan pertanyaan untuk melibatkan siswa serta mengaktifkan pengetahuan awal mereka, mengaitkan pembelajaran membaca terbimbing dengan pengajaran bahasa Inggris, serta menjelaskan jenis teks, struktur teks, dan ciri kebahasaan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Keputusan-keputusan tersebut didasarkan pada pengalaman guru serta pemahaman terhadap karakteristik siswa dan tuntutan kurikulum. Temuan ini menegaskan pentingnya keputusan guru yang reflektif dalam menyesuaikan pembelajaran literasi seperti membaca terbimbing untuk membantu siswa-siswi di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap buku.
Copyrights © 2026