Hujan es merupakan fenomena cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh proses konvektif dan mikrofisika awan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh asimilasi data satelit menggunakan WRF-DA 3DVAR terhadap simulasi hujan es dengan WRF-HAILCAST pada kejadian hujan es Yogyakarta tanggal 11 Maret 2025. Dua eksperimen dilakukan, yaitu tanpa asimilasi (NODA) dan dengan asimilasi data satelit (DAST). Hasil menunjukkan bahwa asimilasi data satelit meningkatkan pembentukan hidrometeor fase es, ditandai dengan konsentrasi cloud water lebih dari 0,06 g/kg, kristal es lebih dari 0,014 g/kg, dan graupel mencapai 0,175 g/kg. Kedua eksperimen menghasilkan estimasi diameter hujan es 10–30 mm dengan diameter maksimum sekitar 25–30 mm. Meskipun tidak meningkatkan diameter maksimum, DAST mampu merepresentasikan lokasi pembentukan hujan es lebih mendekati distribusi ZHAIL radar. Selain itu, nilai koefisien korelasi reflektivitas meningkat dari 0,48 menjadi 0,56, menunjukkan bahwa asimilasi data satelit meningkatkan representasi struktur badai dan lokasi kejadian hujan es.
Copyrights © 2026