Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media JELITA berbasis kearifan lokal Kudus terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V SD 1 Barongan, dengan sampel kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol yang berjumlah 13 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pretest dan posttest, sedangkan analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, analisis N-Gain, independent sample t-test, perhitungan effect size Cohen's d,. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen meningkat dari rata-rata 58,07 menjadi 84,30, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang meningkat dari 55,07 menjadi 78,30. Analisis independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,012 (<0,05), nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,61 (61,45%) lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 0,49 (49,21%), serta effect size Cohen's d sebesar 1,10 yang termasuk kategori besar, sehingga penerapan model PBL berbantuan media JELITA terbukti efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Dengan demikian, model PBL berbantuan media JELITA berbasis kearifan lokal Kudus direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran matematika yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik sekolah dasar.
Copyrights © 2026