Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia dari masa pra-kemerdekaan hingga implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif historis untuk menelaah dinamika perubahan kurikulum yang dipengaruhi oleh perkembangan sosial, politik, dan kebijakan pendidikan nasional. Pembahasan diawali dengan kondisi pendidikan Islam pada masa kolonial yang masih diselenggarakan secara mandiri melalui masjid dan pesantren serta belum memperoleh perhatian yang memadai dari pemerintah kolonial. Selanjutnya, artikel ini menguraikan perkembangan kurikulum PAI pada berbagai periode, mulai dari Kurikulum 1947, 1952-1964, 1968, 1975, 1984, 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAI mengalami perkembangan yang berkelanjutan dari pendekatan yang berorientasi pada materi menuju pembelajaran yang berbasis kompetensi, penguatan karakter, dan berpusat pada peserta didik. Kurikulum Merdeka menjadi bentuk transformasi terbaru yang menekankan fleksibilitas pembelajaran, penguasaan kompetensi esensial, pengembangan berpikir kritis dan kreatif, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, perkembangan kurikulum PAI mencerminkan upaya adaptasi pendidikan Islam terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman yang terus berkembang.
Copyrights © 2026