Artikel ini bertujuan mengkaji manajemen program literasi berbasis tradisi lisan dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah dan mensintesis artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir, khususnya terkait manajemen literasi, tradisi lisan, pendidikan karakter, dan pembelajaran responsif budaya. Teknik analisis dilakukan melalui pengelompokan tema, perbandingan temuan, serta sintesis konseptual terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa program literasi berbasis tradisi lisan yang dikelola secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi berkontribusi signifikan dalam memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, terutama pada aspek bernalar kritis, berkebinekaan global, gotong royong, dan berakhlak mulia. Namun demikian, implementasi program ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kebijakan pendukung, kesiapan sumber daya manusia, serta integrasi program ke dalam kurikulum. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis konseptual antara manajemen program literasi dan pemanfaatan tradisi lisan sebagai strategi kebijakan dalam pendidikan bahasa. Rekomendasi diarahkan pada penguatan regulasi, peningkatan kompetensi guru, dan integrasi literasi tradisi lisan dalam kebijakan literasi nasional.
Copyrights © 2026