Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Bertanya dalam Podcast Akun YouTube Raditya Dika: Kajian Retorika Nabilatul Irbah; Cindy Dwi Cahyani; Hilma Azmi Azizah
Widyantara Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v4i1.217

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis strategi bertanya dalam retorika Raditya Dika pada podcast YouTube-nya berdasarkan teori Hendrikus. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan podcast sebagai media hiburan, edukasi, dan pembelajaran bahasa. Data berupa tuturan strategi bertanya dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi, dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, kategorisasi, interpretasi, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan 14 jenis pertanyaan berdasarkan teori Hendrikus, antara lain pertanyaan informatif, retoris, provokatif, alternatif, dan pembuka pembicaraan. Strategi tersebut berfungsi untuk membangun suasana santai, menggali informasi mendalam, mengontrol alur percakapan, serta meningkatkan keterlibatan narasumber dan pendengar. This descriptive qualitative research analyzes the questioning strategy in Raditya Dika's rhetoric on her YouTube podcast based on Hendrikus' theory. This research is motivated by the development of podcasts as a medium of entertainment, education, and language learning. Data in the form of questioning strategy speech was collected through documentation, observation, and recording techniques, then analyzed through the stages of identification, categorization, interpretation, and conclusion drawn. The results of the study found 14 types of questions based on Hendrikus' theory, including informative, rhetorical, provocative, alternative, and conversation starter. This strategy serves to build a relaxed atmosphere, dig deep information, control the flow of conversations, and increase the engagement of sources and listeners.
Pendampingan Implementasi Zep Quiz Berbasis Gamifikasi Sebagai Media Evaluasi Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 di SMP Negeri 7 Jember: Pengabdian Inno Cahyaning Tyas; Hilma Azmi Azizah; Ahmad Syukron
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6988

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi berbagai aspek pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Namun, masih banyak guru yang menggunakan metode evaluasi konvensional sehingga kurang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan ZEP Quiz sebagai media evaluasi berbasis gamifikasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai mitra pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman mengenai konsep gamifikasi dalam pembelajaran, mampu merancang kuis digital menggunakan platform ZEP Quiz, serta mengimplementasikannya dalam kegiatan evaluasi pembelajaran. Penggunaan ZEP Quiz memberikan pengalaman evaluasi yang lebih interaktif, menarik, dan mampu meningkatkan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pendampingan implementasi ZEP Quiz dapat menjadi salah satu alternatif inovasi evaluasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Quality of Expository Discourse in the Class X History Textbook Published by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology Ahmad Syukron; Hilma Azmi Azizah
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks eksposisi berperan penting dalam pembelajaran sejarah karena menyajikan informasi faktual dan logis yang membentuk kemampuan berpikir kritis peserta didik. Akan tetapi, kualitas eksposisi dalam buku teks belum dianalisis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kualitas eksposisi dalam wacana pada buku Sejarah Kelas X terbitan Kemendikbudristek tahun 2021. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap lima belas teks eksposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur, kohesi, dan unsur kebahasaan tergolong baik, sedangkan aspek argumentasi dan objektivitas masih perlu ditingkatkan. Secara umum, wacana telah memenuhi ciri teks eksposisi ilmiah dan relevan untuk penguatan literasi kritis siswa.
MANAJEMEN LITERASI TRADISI LISAN: PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Siwi Tri Purnani; Yoga Yolanda; Hilma Azmi Azizah; Siti Mutmainah
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 2 (2026): Edisi Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i2.8693

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji manajemen program literasi berbasis tradisi lisan dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan menelaah dan mensintesis artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir, khususnya terkait manajemen literasi, tradisi lisan, pendidikan karakter, dan pembelajaran responsif budaya. Teknik analisis dilakukan melalui pengelompokan tema, perbandingan temuan, serta sintesis konseptual terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa program literasi berbasis tradisi lisan yang dikelola secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi berkontribusi signifikan dalam memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, terutama pada aspek bernalar kritis, berkebinekaan global, gotong royong, dan berakhlak mulia. Namun demikian, implementasi program ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kebijakan pendukung, kesiapan sumber daya manusia, serta integrasi program ke dalam kurikulum. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis konseptual antara manajemen program literasi dan pemanfaatan tradisi lisan sebagai strategi kebijakan dalam pendidikan bahasa. Rekomendasi diarahkan pada penguatan regulasi, peningkatan kompetensi guru, dan integrasi literasi tradisi lisan dalam kebijakan literasi nasional.