Permasalahan sampah organik di kawasan ekowisata Bukit Kehi terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya aktivitas masyarakat dan jumlah pengunjung wisata. Sampah organik yang berasal dari sisa makanan, dedaunan, dan limbah rumah tangga belum dikelola secara optimal, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan estetika kawasan wisata, serta berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem alam. Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor utama permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat melalui edukasi lingkungan berbasis partisipatif dalam pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna berupa kompos dan pupuk organik cair. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat dan kader lingkungan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test. Selain itu, kelompok penggerak pengelolaan sampah organik di tingkat dusun menghasilkan produk kompos dan POC yang mulai dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan di kawasan wisata Bukit Kehi, dengan demikian kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan ekowisata berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat lokal.Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, sampah organik, edukasi lingkungan, partisipatif, ekowisata berkelanjutan
Copyrights © 2026