Kesiapsiagaan karyawan terhadap keadaan darurat merupakan aspek penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), terutama pada perusahaan yang bergerak di bidang workshop, pemeliharaan, dan permesinan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan karyawan, mengevaluasi ketersediaan sarana dan prasarana tanggap darurat, serta mengidentifikasi upaya peningkatan yang dilakukan oleh PT. Bhumi Phala Perkasa Balikpapan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi fasilitas keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menyediakan fasilitas dasar keselamatan seperti APAR, hydrant, jalur evakuasi, alarm kebakaran, serta titik kumpul. Namun, kesiapsiagaan karyawan masih tergolong moderat karena pelatihan tanggap darurat belum dilaksanakan secara rutin, sosialisasi SOP belum merata, dan keterlibatan karyawan dalam budaya K3 masih rendah. Selain itu, ditemukan beberapa kendala seperti tingginya beban kerja operasional dan minimnya inspeksi fasilitas keselamatan berkala. Upaya peningkatan yang direkomendasikan meliputi pelatihan dan simulasi darurat secara rutin, pembentukan Emergency Response Team (ERT), penguatan budaya keselamatan, serta perbaikan sistem dokumentasi dan evaluasi insiden. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem tanggap darurat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan responsif terhadap keadaan kritis.
Copyrights © 2026