Aditya Rinaldi
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

USULAN SISTEM INFORMASI DAN ANALISIS PENJUALAN DI TOKO KABITA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK DATA MINING Rinaldi, Aditya; Rispianda, Rispianda; Amila, Khuria
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.929 KB)

Abstract

KABITA merupakan salah satu toko yang menjual makanan ringan di Bandung dengan omset yang tinggi. Saat ini karyawan melakukan pencatatan data barang serta transaksi penjualan ke konsumen secara manual tanpa menggunakan komputer. Untuk mendapatkan data pembelian, persediaan dan penjualan barang, karyawan harus mengumpulkan nota dan membuat rekapitulasi data pada buku transaksi terlebih dahulu. Pengumpulan nota tersebut membutuhkan waktu yang lama. Kondisi seperti itu menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam menghimpun informasi. Sistem informasi toko KABITA dirancang berdasarkan prosedur-prosedur yang saling berhubungan dalam melakukan suatu kegiatan. Fungsi dari sistem informasi yang dirancang pada toko KABITA adalah untuk mempermudah proses pelaksanaan prosedur pembelian, persediaan dan penjualan. Sedangkan penggunaan data mining pada laporan penjualan toko KABITA berfungsi untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data yang tidak diketahui secara manual. Dari hasil perancangan ini didapatkan hasil rancangan sistem informasi yang terkomputerisasi dan laporan yang berbasis data mining sehingga waktu pengkoleksian, pencatatan dan pengolahan data menjadi lebih cepat. Kata kunci: sistem, sistem informasi, data mining   ABSTRACT KABITA is one store that sells snacks in Bandung with a high turnover. Currently employees perform data recording sales transactions of goods and the consumer to manually without using a computer. To obtain the data of purchase, inventory and sales of goods, employees must collect notes and a recapitulation of data on transactions book in advance. The memorandum collection takes a long time. Such conditions lead to delays in collecting the information. Kabita store information system designed according to procedures that are interconnected to perform an activity. The function of the system is designed to store information Kabita is to simplify the process of implementation of purchasing procedures, inventory and sales. While the use of data mining on Kabita store sales reports serve to explore the added value of an unknown data set manually. The result of this design showed a computerized information system design and report-based data mining that time collecting, recording and processing of data becomes faster. Keywords: systems, information systems, data mining
INTERPRETASI KARAKTERISTIK BATUBARA BERDASARKAN RESPON GEOPHYSICAL LOGGING DI KONSENSI TAMBANG PT. MITRA ABADI MAHAKAM Araujo, Hezronia; Supriyanto, Supriyanto; Rinaldi, Aditya
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.596

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan interpretasi karakteristik batubara di konsensi tambang Separi 3, Tenggarong Sebrang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik batubara bedasarkan data Geophysical Logging di area pertambangan PT. Mitra Abadi Mahakam. Terdapat berbagai metode untuk melakukan interpretasi karakteristik batubara. Dalam penelitian ini digunakan metode Geophysical Logging khususnya dengan respon Gamma Ray untuk mengetahui karakteristik batubara dari 3 titik lubang bor. Membandingkan data pemboran dengan data logging dengan cara melihat litologi dari kedua hasil data tersebut. Berdasarkan perbandingan data logging dan data log litologi dari inti bor, maka data log GR memiliki karakteristik akurasi kedalaman yang lebih baik dikarenakan kemenerusan pengambilan data, tidak seperti inti bor yang diambil setiap interval kedalaman 3 m. Dari pengolahan data diperoleh karakterisasi sifat fisik batubara secara keseluruhan, yaitu hitam, mengkilap, kompak, rapuh dengan ketebalan yaitu seam 1 dan 2 pada CC-29 dengan rata – rata ketebalan 4 dan 5 meter dengan range nilai Gamma Ray berkisar 0 – 36 API dan 12 – 58 API, seam 1 pada CC-2035R dengan rata – rata ketebalan 2 meter dengan range nilai Gamma Ray berkisar 0 – 52 API, seam 1 dan 2 pada CC-29 dengan rata – rata ketebalan 4 dan 2 meter dengan range nilai Gamma Ray berkisar 0 – 30 API. Lapisan batubara nya ditinjau dari karakteristik lingkungan pengendapan sangat berpengaruh terhadap pergerakan grafik gamma ray. Pada hasil ini karakteristik elektrofasies pada daerah penelitian yaitu cylindrical/boxcar. Daerah cylindrical/boxcar umumnya terbentuk atau terendapkan pada daerah rawa.
INTERPRETASI BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE GPR (GROUND PENETRATING RADAR) DI AMBLESAN JALAN RING ROAD II KOTA SAMARINDA Putro, Ari Anggono; Supriyanto, Supriyanto; Rinaldi, Aditya
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v2i1.399

Abstract

This research has been conducted using the Ground Penetrating Radar method to interpretation subsurface conditions that have the potential to become Subsidence on Jalan Ring Road II Samarinda. East Kalimantan, Ground Penetrating Radar Method is a geophysical method that utilizes the propagation of electromagnetic waves to identify subsurface structures, where the recorded penetration of depth and amplitude is affected by the dielectric properties of a material. This study uses an antenna with a frequency of 100 MHz. Based on the interpretation of radar data the potential for a subsidence to occur on track 1 and track 2, in this layer explains that there is a weak field that occurs due to infiltration where the entry of water flow into the soil through the surface of the ground and the condition of the road is steep so that water easily enters the area that has experienced subsidence due to fractures. On lines 3 and 4 there are several different amplitude intervals that are marked by changes in color on radar data which results in factors of material heterogeneity or water content in the layer.
INTERPRETASI DATA DRILLING DAN GEOPHYSICS LOGGING MENGGUNAKAN METODE LITHOKORELASI DI AREA TAMBANG X Lyanda, Bayu; Subagiada, Kadek; Rinaldi, Aditya
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i1.598

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan lapisan batubara bedasarkan data Drilling dan Geophysics Logging menggunakan metode korelasi di areal tambang ‘X’. Untuk mengetahui kedalaman dan ketebalan lapisan batubara dengan data Drilling sudah cukup mampu, dengan adanya data Geophysics Logging memberikan penetrasi dan koreksi kedalaman dan ketebalan dari data Drilling. Dapat diketahui lapisan batubara dari Kurva Gamma Ray dan dikoreksi dengan metode korelasi. Dari hasil interpretasi logging di titik K-40, lapisan batubara terdapat pada kedalaman 10.0 – 13.0 m dengan ketebalan 3 m, pada kedalaman 29.0 – 34.0 m dengan ketebalan 5 m. Dari hasil interpretasi logging di titik SE-1542, lapisan batubara terdapat pada kedalaman 55.0 – 57.0 m dengan ketebalan 2 m. Dari hasil interpretasi logging di titik WN-17041, lapisan batubara terdapat pada kedalaman 16.0 – 20.0 m dengan ketebalan 4 m, pada kedalamam 28.5 – 29.5 dengan ketebalan 1 m.
IDENTIFIKASI LAPISAN PENYEBAB LONGSOR MENGGUNAKAN GROUND PENETRATING RADAR AREA MONUMEN PESAWAT SANGATTA PT. KALTIM PRIMA COAL Marbun, Meyliza Cronika; Supriyanto, Supriyanto; Rinaldi, Aditya
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i2.692

Abstract

A landslide is an event where a mass of rock, soil or a mixture of rock and soil are moved as a slope. One of the mechanical properties that can be a trigger of landslides is the reduction in rock shear strength. In this research, the authors used the Geophysical method that is Ground Penetrating Radar (GPR), by utilizing different dielectric properties of rocks when given electromagnetic wave propagation to see the amplitude contrast in the recorded data as an approach to the type of rock lithology and rock layers below the soil surface so that it can be used to identify layers that cause landslides. The frequency of GPR that used in this research is 40 MHz. The research aims to determine the type of layer that causes landslides in the area of ​​Sangatta Aircraft Monument, PT. Kaltim Prima Coal. The results of this research are in the form of GPR data which is correlated with the carrying capacity of the soil so that the avalanche causing layer in the study area is sandy clay layer.
ANALISIS RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK YANG DITIMBULKAN OLEH TELEPON SELULER BERDASARKAN VARIASI DAYA BATERAI Situmorang, Rosnalia Agnes; Mislan, Mislan; Rinaldi, Aditya
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v3i2.697

Abstract

ABSTRACT The research has been conducted on the analysis of electromagnetic field radiation caused by mobile phones. Based on battery power differences. The measurements were made on July 25, 2019, July 26, 2019, July 27, 2019 at the Instrumentation Laboratory at the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Molwarman University, from 8:00 to 16:00. The measurement method used is frequent measurements using the QX-5 electromagnetic field tester on each type of mobile phone, which is already identified. The results showed that the radiation intensity in the three mobile phone brands had radiation intensity values lower than the threshold value of 10 MW / cm 2. From data analysis, it was found that the mobile phone with the highest electromagnetic radiation intensity was the Samsung J2 Prime mobile phone while The smallest phone Vivo Pro 15 Vivo mobile. Mobile phone battery that has the highest value of electromagnetic wave intensity in weak battery power is 25% < DB ≤ 50%, the mobile phone use distance that has the highest electromagnetic radiation intensity is at a distance of 0 cm and 3 cm and a good distance in the use of mobile phone It is 6 cm, 9 cm, 12 cm, the greatest intensity of electromagnetic wave radiation during use or making a phone call whatsapp.
Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Karyawan Terhadap Keadaan Darurat Melalui Penguatan Budaya Keselamatan Kerja Di PT. Bhumi Phala Perkasa Balikpapan Sari, Iin Pratama; Budiani, Farrel Luthfi Haidar; Zulfikar, Iwan; Rinaldi, Aditya
EUNOIA Vol 5 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i2.1116

Abstract

Kesiapsiagaan karyawan terhadap keadaan darurat merupakan aspek penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), terutama pada perusahaan yang bergerak di bidang workshop, pemeliharaan, dan permesinan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan karyawan, mengevaluasi ketersediaan sarana dan prasarana tanggap darurat, serta mengidentifikasi upaya peningkatan yang dilakukan oleh PT. Bhumi Phala Perkasa Balikpapan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi fasilitas keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menyediakan fasilitas dasar keselamatan seperti APAR, hydrant, jalur evakuasi, alarm kebakaran, serta titik kumpul. Namun, kesiapsiagaan karyawan masih tergolong moderat karena pelatihan tanggap darurat belum dilaksanakan secara rutin, sosialisasi SOP belum merata, dan keterlibatan karyawan dalam budaya K3 masih rendah. Selain itu, ditemukan beberapa kendala seperti tingginya beban kerja operasional dan minimnya inspeksi fasilitas keselamatan berkala. Upaya peningkatan yang direkomendasikan meliputi pelatihan dan simulasi darurat secara rutin, pembentukan Emergency Response Team (ERT), penguatan budaya keselamatan, serta perbaikan sistem dokumentasi dan evaluasi insiden. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem tanggap darurat untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan responsif terhadap keadaan kritis.