UMKM anyaman bambu di Desa Seketi, Sidoarjo, menghadapi kendala utama pada tahap pembelahan bambu yang masih dilakukan secara manual, sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas dan kualitas hasil yang tidak seragam. Kondisi ini menjadi hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi serta memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan mesin pembelah bambu sederhana yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin, pelatihan penggunaan, serta evaluasi kinerja sebelum dan sesudah implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin mampu menurunkan waktu pembelahan dari ±10 menit menjadi ±3 menit per batang serta meningkatkan kapasitas produksi dari ±20 batang menjadi ±60 batang per hari. Selain itu, kualitas hasil pembelahan menjadi lebih seragam dan kebutuhan tenaga kerja lebih efisien. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna berbasis mesin sederhana memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM anyaman bambu secara berkelanjutan
Copyrights © 2026