Fenomena alam beberapa tahun belakangan menjadi perhatian utama hampir pada semua elemen masyarakat secara global. Di Ternate sendiri, bencana ekologi meningkat signifikan seiring meningkatnya mobilisasi sosial budaya. Banyak warga masyarakat yang tidak siap dengan bencana yang muncul secara tiba-tiba. Akar dari permasalahan ini dapat dipastikan kurangnya pemahaman sistem kerja alam (literasi ekologi) oleh warga masyarakat. Ketidakpahaman ini mengakibatkan kurangnya kesadaran untuk menjaga lingkungan. Literasi ekologi dapat diartikan sebagai pengetahuan dan pemahaman seseorang tentang lingkungan dan kemampuan untuk bertindak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Tujuan literasi ekologi sendiri diantaranya, mempersiapkan generasi yang mampu merespon krisis lingkungan secara kritis dan bijak, juga menumbuhkan rasa tanggungjawab sosial dan ekologis pada setiap individu. Demi mencapai tujuan, maka metode yang perlu diterapkan yakni, penyuluhan, pelatihan dan kolaborasi dalam aksi menjaga lingkungan.
Copyrights © 2026