Rendahnya literasi ekologis dan literasi digital siswa menjadi tantangan nyata dalam dunia pendidikan, khususnya di SMPN 23 Medan, di mana pembelajaran lingkungan masih bertumpu pada pendekatan konvensional yang kurang kontekstual dan minim pemanfaatan teknologi inovatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi ekologis dan literasi digital siswa sekaligus membina karakter peduli lingkungan melalui pendampingan berbasis Augmented Reality (AR). Metode pelaksanaan mencakup lima tahapan sistematis, yaitu sosialisasi program, pelatihan literasi ekologis dan digital, penerapan teknologi AR dalam kegiatan membaca dan berpikir kritis, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program melalui penyusunan laporan dan komunikasi intensif bersama pihak sekolah. Sasaran kegiatan adalah siswa SMPN 23 Medan dengan melibatkan Kepala Sekolah sebagai mitra aktif. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa 78% siswa memahami pentingnya literasi ekologis bagi peran remaja sebagai penjaga lingkungan, 85% siswa menyatakan bahwa literasi ekologis berdampak positif terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan, dan 90% siswa sangat setuju bahwa literasi digital dan ekologis merupakan keterampilan esensial bagi kontribusi remaja terhadap program lingkungan. Pada aspek praktik, 75% siswa menunjukkan kemampuan baik dalam membuat poster digital bertema lingkungan, 5% berkategori sangat baik, dan 20% cukup baik. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan literasi ekologis berbasis AR terbukti efektif mendorong kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat kompetensi literasi digital siswa secara terintegrasi dan bermakna.
Copyrights © 2026