Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemulihan kondisi psikososial anak pascabencana yang sering mengalami penurunan rasa percaya diri, interaksi sosial, serta kemampuan mengekspresikan diri. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat resiliensi psikososial anak melalui implementasi permainan edukatif inklusif yang dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Sasaran kegiatan adalah peserta didik sekolah dasar terdampak banjir di Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara sederhana, dan dokumentasi. Pada tahap perencanaan, tim melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan menyusun aktivitas permainan edukatif yang aman, menyenangkan, dan adaptif. Tahap pelaksanaan meliputi permainan kelompok, permainan motorik dan konsentrasi, permainan ekspresi emosi, serta aktivitas kolaboratif berbasis edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada aspek psikososial anak. Anak terlihat lebih aktif, percaya diri, mampu bekerja sama, serta mulai berani mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung. Selain itu, suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif sehingga anak lebih nyaman berpartisipasi dalam setiap aktivitas. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan edukatif inklusif dapat menjadi pendekatan efektif dalam mendukung pemulihan psikososial anak pascabencana.
Copyrights © 2026