Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL ANAK PASCABENCANA MELALUI AKTIVITAS PERMAINAN EDUKATIF INKLUSIF DI SD NEGERI 2 TUALANG CUT Wahyu Agus Styani; Faradhillah Faradhillah; Ria Rahayu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60915

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemulihan kondisi psikososial anak pascabencana yang sering mengalami penurunan rasa percaya diri, interaksi sosial, serta kemampuan mengekspresikan diri. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat resiliensi psikososial anak melalui implementasi permainan edukatif inklusif yang dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Sasaran kegiatan adalah peserta didik sekolah dasar terdampak banjir di Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara sederhana, dan dokumentasi. Pada tahap perencanaan, tim melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan menyusun aktivitas permainan edukatif yang aman, menyenangkan, dan adaptif. Tahap pelaksanaan meliputi permainan kelompok, permainan motorik dan konsentrasi, permainan ekspresi emosi, serta aktivitas kolaboratif berbasis edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada aspek psikososial anak. Anak terlihat lebih aktif, percaya diri, mampu bekerja sama, serta mulai berani mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka selama kegiatan berlangsung. Selain itu, suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan interaktif sehingga anak lebih nyaman berpartisipasi dalam setiap aktivitas. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan edukatif inklusif dapat menjadi pendekatan efektif dalam mendukung pemulihan psikososial anak pascabencana.
Analisis Kesiapan Sekolah Dasar Menuju Pendidikan Inklusif melalui Instrumen Digital di Kota Langsa WAHYU AGUS STYANI; Alda Zahara Islamyati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.829

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan sekolah dasar di Kota Langsa dalam menuju penyelenggaraan pendidikan inklusif berdasarkan tujuh dimensi, sekaligus mengidentifikasi dimensi yang menjadi prioritas penguatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif yang melibatkan tujuh sekolah dasar yang mewakili lima kecamatan di Kota Langsa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner digital Google Form dengan skala Likert 1–4 yang terdiri atas 36 butir dan mencakup dimensi kebijakan sekolah, sumber daya manusia, peserta didik, pembelajaran, sarana dan prasarana, budaya sekolah, dan kemitraan. Data dianalisis melalui skoring, persentase capaian, kategorisasi kesiapan, serta analisis deskriptif per sekolah dan per dimensi. Hasil menunjukkan tiga sekolah (42,86%) berada pada kategori kurang siap dan empat sekolah (57,14%) berada pada kategori cukup siap; belum ada sekolah yang mencapai kategori siap. Rata-rata persentase kesiapan tujuh sekolah sebesar 54,36%. Berdasarkan dimensi, kemitraan memperoleh capaian tertinggi (64,29%), diikuti budaya sekolah (62,86%), kebijakan sekolah (55,00%), peserta didik (54,29%), sarana dan prasarana (53,66%), sumber daya manusia (49,11%), dan pembelajaran sebagai dimensi terendah (42,86%). Temuan tersebut menunjukkan bahwa prioritas penguatan perlu diarahkan terutama pada pengembangan pembelajaran adaptif dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Hasil penelitian ini menyediakan baseline empiris yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pendidikan inklusif secara bertahap, terarah, dan berbasis kebutuhan di Kota Langsa. Kata kunci: Pendidikan Inklusif, Sekolah Dasar, Kesiapan Sekolah, Instrumen Digital, Anak Berkebutuhan Khusus