Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia dan overweight sebagai bentuk malnutrisi ganda yang berdampak pada konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Pendampingan remaja putri dalam pencegahan anemia dan overweight melalui edukasi gizi terpadu penting dilakukan untuk meningkatkan literasi gizi dan mendorong perilaku hidup sehat sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan anemia pada remaja putri di SMA 21 Makassar. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan berbasis sekolah dengan kombinasi ceramah interaktif, diskusi kelompok, penggunaan leaflet, serta praktik pemantauan sederhana status gizi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2026 dengan melibatkan 31 siswi kelas X–XI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan anemia serta observasi keaktifan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan “baik” dari 12 menjadi 23 peserta dan tidak ada peserta yang berpengetahuan “kurang” setelah intervensi. Peserta juga lebih memahami pentingnya konsumsi pangan kaya zat besi, pembatasan jajanan tinggi gula dan lemak, serta kepatuhan terhadap tablet tambah darah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi terpadu berbasis sekolah efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia dan overweight, sehingga direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai program berkelanjutan melalui kolaborasi sekolah, puskesmas, dan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026