Petani menghadapi risiko paparan pestisida, cedera kerja, serta gangguan muskuloskeletal, sementara akses terhadap edukasi dan sarana keselamatan pada kelompok tani masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan petani melalui edukasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta ergonomi pertanian pada Gapoktan Tri Mulyo Tani, Desa Ngadirejo, Kabupaten Tuban. Metode menggunakan pendidikan masyarakat, pelatihan berbasis demonstrasi, difusi teknologi tepat guna, pendampingan, dan evaluasi satu kelompok pre-test-post-test. Program meliputi K3 dasar, penggunaan alat pelindung diri, P3K, pengelolaan pestisida dan kemasan, teknik kerja ergonomis, penyusunan SOP dan pembentukan kader K3 tani. Sebanyak 14 peserta memiliki data evaluasi lengkap. Nilai K3 meningkat dari 57,1±13,3 menjadi 94,3±9,4 (p<0,001; N-gain 0,87), sedangkan nilai ergonomi meningkat dari 71,4±17,0 menjadi 97,1±7,3 (p=0,001; N-gain 0,90). Agenda kegiatan ini terlaksana dan menghasilkan perangkat edukasi, sarana, serta kelembagaan K3 kelompok. Edukasi partisipatif yang dipadukan dengan sarana dan pendampingan berpotensi menjadi model pemberdayaan untuk memperkuat pengetahuan dan keberlanjutan budaya kerja aman pada petani.
Copyrights © 2026