Keterbatasan dokumen geospasial digital di Desa Lontar menyebabkan pengelolaan informasi fasilitas publik dan potensi wilayah belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan pemetaan desa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang terintegrasi dengan teknologi QR Code untuk mendukung transparansi dan perencanaan wilayah. Metode kegiatan meliputi pengumpulan data sekunder dari portal Tanah Air Indonesia (BIG) dan citra Google Satellite, serta observasi lapangan untuk memperoleh koordinat objek. Pengolahan data dilakukan menggunakan QGIS melalui tahapan digitasi, pengelolaan atribut, dan overlay spasial. Peta digital kemudian dipublikasikan melalui Google My Maps dan dikonversi menjadi QR Code agar mudah diakses masyarakat. Hasil kegiatan menghasilkan peta tematik informatif yang memuat sebaran fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, dan pusat ekonomi lokal. Integrasi SIG dan QR Code mendukung pengambilan keputusan desa, meningkatkan literasi spasial, dan mempermudah akses informasi wilayah.
Copyrights © 2026