Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pendidikan berbasis minat dan bakat di lembaga pendidikan nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan homeschooling. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan data dari pangkalan data akademik ternama pada rentang tahun 2020 hingga 2025. Dari proses penyaringan awal terhadap 85 artikel, terpilih 10 artikel yang relevan untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan nonformal memainkan peran signifikan dalam mengembangkan potensi anak melalui kurikulum yang inklusif. Penerapan strategi seperti kolaborasi program kecakapan hidup (life skills) dengan pihak eksternal, integrasi muatan lokal dalam pembelajaran, hingga penggunaan sistem pakar untuk identifikasi bakat sejak dini terbukti efektif meningkatkan kemandirian vokasional dan akademik peserta didik. Selain itu, lembaga nonformal juga berfungsi sebagai ruang inklusi sosial yang mampu memberdayakan kesadaran kritis masyarakat prasejahtera dan menekan angka pekerja anak di pedesaan. Kesimpulannya, model pendidikan pada lembaga nonformal terbukti efektif sebagai media pemberdayaan sosial yang komprehensif untuk mengembangkan minat dan bakat alami generasi muda, meskipun pelaksanaannya masih dihadapkan pada beberapa tantangan regulasi kebijakan pemerintah yang dinilai diskriminatif.
Copyrights © 2026