Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengintegrasikan pendidikan anti-bullying melalui pendekatan pembelajaran mendalam, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru di kelas III SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan permasalahan yang dikaji, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan sesuai dengan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pada tahap pengumpulan data, seluruh data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dikumpulkan secara sistematis. Pada tahap reduksi data, data yang telah dikumpulkan dipilah sesuai dengan data yang relevan, dan untuk data yang tidak relevan dieliminasi agar analisis lebih terfokus. Selanjutnya data yang telah di reduksi disajikakn dalam bentuk deskripsi yang sistematis. Pada tahap akhir yaitu penarikan kesimpulan berdasarkan data yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan empat strategi utama, yaitu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, merancang media pembelajaran inovatif, menciptakan pengalaman belajar nyata, dan menerapkan pembelajaran aktif. Tantangan yang dihadapi guru meliputi perbedaan karakter siswa, Kepadatan kurikulum dan keterbatasan waktu, dan tuntutan konsistensi dalam pelaksanaan. Penelitian menegaskan bahwa integrasi pendidikan anti-bullying berpotensi memperkuat nilai sosial-emosional siswa dan menciptakan sekolah yang aman, nyaman dan inklusif.
Copyrights © 2026