Obat tradisional sering kali dihubungkan dengan kepercayaan, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang sudah turun-temurun dan untuk menyembuhkan penyakit dengan menggunakan ramuan-ramuan dengan bahan dasar dari tumbuh-tumbuhan dan segala sesuatu yang berada di alam. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya ADRs terhadap penggunaan obat herbal masyarakat di kelurahan tanggikiki kecamatan sipatana kota gorontalo dengan metode naranjo. Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan Naranjo. Hasil Penelitian dari data karakteristik usia mayoritas umur 31-50 tahun 37 (38,1%), jenis kelamin mayoritas perempuan 64 (66%), status pendidikan mayoritas SMU/SMK 49 (50,5%), status pekerjaan mayoritas Ibu Rumah Tangga 44 (45,4%), Masyarakat mayoritas menggunakan obat herbal < 1 tahun 61 (62,9%), sumber informasi obat herbal dari keluarga 62 (63,9%), mayoritas masyarakat meracik sendiri obat herbal 51 (52,6%), mayoritas obat herbal direbus sebanyak 47 (48,5%) dan variasi penggunaan obat herbal 1 kali sehari sebanyak 48 (49,5%). Dari analisis kausalitas menggunakan algoritma Naranjo diketahui bahwa pasien yang menggunakan obat herbal pada kejadian ADRs sebanyak 6 subyek dengan kategori probable sebanyak 2 orang, kategori definite sebanyak 3 orang, dan kategori possible sebanyak 1 orang.
Copyrights © 2026