Journal of Community and Clinical Pharmacy
Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026

Studi Farmakovigilance Obat Herbal Di Kelurahan Tangikiki Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo

Teti Sutriyati Tuloli (Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia)
nurain Thomas (Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia)
Dizky Ramadhani Putri Papeo (Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia)
Wiwit Zuriati Uno (Jurusan Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo, Alamat Jl. Jenderal Sudirman No. 06 Kota Gorontalo, 96128, Indonesia)
Putri Fauzia Datunsolang (Universitas Negeri Gorontalo)



Article Info

Publish Date
16 Jul 2026

Abstract

Obat tradisional sering kali dihubungkan dengan kepercayaan, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang sudah turun-temurun dan untuk menyembuhkan penyakit dengan menggunakan ramuan-ramuan dengan bahan dasar dari tumbuh-tumbuhan dan segala sesuatu yang berada di alam. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya ADRs terhadap penggunaan obat herbal masyarakat di kelurahan tanggikiki kecamatan sipatana kota gorontalo dengan metode naranjo. Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan Naranjo. Hasil Penelitian dari data karakteristik usia mayoritas umur 31-50 tahun 37 (38,1%), jenis kelamin mayoritas perempuan 64 (66%), status pendidikan mayoritas SMU/SMK 49 (50,5%), status pekerjaan mayoritas Ibu Rumah Tangga 44 (45,4%), Masyarakat mayoritas menggunakan obat herbal < 1 tahun 61 (62,9%), sumber informasi obat herbal dari keluarga 62 (63,9%), mayoritas masyarakat meracik sendiri obat herbal 51 (52,6%), mayoritas obat herbal direbus sebanyak 47 (48,5%) dan variasi penggunaan obat herbal 1 kali sehari sebanyak 48 (49,5%). Dari analisis kausalitas menggunakan algoritma Naranjo diketahui bahwa pasien yang menggunakan obat herbal pada kejadian ADRs sebanyak 6 subyek dengan kategori probable sebanyak 2 orang, kategori definite sebanyak 3 orang, dan kategori possible sebanyak 1 orang.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jccp

Publisher

Subject

Education Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Farmasi Komunitas Layanan Kefarmasian/Pharmaceutical Care Farmasi Klinik Farmasi Rumah Sakit Managemen ...