Jahe merah adalah tanaman herbal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dikembangkan melalui aktivitas agroindustri, terutama dalam bentuk produk instan yang bernilai tambah. Kabupaten Tapin terkenal sebagai salah satu penghasil jahe merah berkualitas tinggi di Kalimantan Selatan, sehingga pengembangan usaha pembuatan bubuk jahe merah instan menjadi peluang yang sangat menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur biaya, pendapatan, keuntungan, kelayakan usaha, dan titik impas (BEP) dari perusahaan pengolahan bubuk jahe merah instan "TAMBAN," yang berlokasi di Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin. Penelitian ini dilaksanakan dari September 2024 hingga Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi serta wawancara langsung dengan pemilik usaha, sedangkan data sekunder diambil dari sumber-sumber yang relevan dan kajian literatur. Analisis data dilakukan dengan mengitung total biaya, pendapatan, lab, rasio penjualan terhadap biaya (RCR), dan titik impas (BEP). Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa total biaya produksi dalam satu siklus mencapai Rp 14. 613. 539, dengan pendapatan sebesar Rp 30. 780. 000 dan laba sebesar Rp 16. 166. 461. Nilai RCR yang mencapai 2,11 menunjukkan bahwa produksi bubuk jahe merah instan "TAMBAN" adalah layak secara finansial dan efisien. Titik impas dapat dicapai dengan jumlah produksi minimal 91 kemasan setiap siklus, sedangkan produksi aktual yang dilakukan adalah 468 kemasan.
Copyrights © 2026