Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan platform Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 68 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket persepsi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76,5% siswa telah mengenal platform AI, dan 64,7% siswa pernah memanfaatkannya dalam pembelajaran PJOK, meskipun dengan tingkat pemanfaatan yang masih terbatas. Pemanfaatan AI lebih dominan mendukung aspek kognitif, di mana 71,8% siswa menyatakan AI membantu pemahaman materi teoretis PJOK, seperti anatomi, fisiologi, dan biomekanika, serta 67,6% siswa merasakan peningkatan motivasi belajar. Sebaliknya, kontribusi AI terhadap aspek psikomotorik masih rendah, dengan hanya 29,4% siswa yang menilai AI membantu keterampilan praktik olahraga. Hambatan utama dalam pemanfaatan AI meliputi keterbatasan literasi digital siswa (55,9%), kecenderungan penggunaan AI secara pasif (61,8%), serta kesulitan mengintegrasikan AI dengan aktivitas praktik fisik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI dalam pembelajaran PJOK berperan sebagai pendukung pembelajaran kognitif, namun belum mampu menggantikan aktivitas fisik dan bimbingan langsung guru. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa serta strategi pembelajaran yang mengintegrasikan AI secara pedagogis dengan aktivitas fisik agar pembelajaran PJOK berlangsung secara lebih optimal.
Copyrights © 2026