Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

CD Interkatif Sebagai Media Pembelajaran Vardian, Dede Vera; Wulandari, Heni; Yudianto, Arif
JURNAL PETIK Vol 6, No 1 (2020): Vol 6 No 1 Tahun 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v6i1.647

Abstract

Abstact— This research aims to develop an interactive CD learning media as an interesting learning media for class X in Physical Education, Sports and Health (PJOK).This study also aims to determine the feasibility of an Interactive CD learning media. This research is a development research using Borg and Gall development models, namely (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Design Validation, (5) Design Revision, (6) Product Trial , (7) Product Revision, (8) Usage / Field Trial, (9) Product Revision, and (10) Mass Production. The results of the feasibility study of the Interactive Learning Media CD with an average score given by: (1) Material Expert that is 4.3 in the category Very Feasible, (2) Design Expert that is 4.3 in the category Very Feasible, (3) Expert The media are 3.5 with the Eligible category, (4) Limited Class Trial by 6 students, 4 with the Eligible category and (5) Field Trial by 20 students, 4.6 with the Very Eligible category.  Keywords — Learning Media, Interactive CD Abstrak— Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran CD Interkatif sebagai media pembelajaran yang menarik kelas X di pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahrga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran CD Interkatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yaitu (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian / Lapangan, (9) Revisi Produk, dan (10) Produksi Masal. Hasil penelitian uji kelayakan Media Pembelajaran CD Interkatif dengan skor rata-rata yang di diberikan oleh: (1) Ahli Materi yaitu 4,3 dengan kategori Sangat Layak, (2) Ahli Desain yaitu 4,3 dengan kategori Sangat Layak, (3) Ahli Media yaitu 3,5 dengan kategori Layak, (4) Uji Coba Kelas Terbatas oleh 6 siswa yaitu 4 dengan kategori Layak dan (5) Uji Coba Lapangan oleh 20 siswa yaitu 4,6 dengan kategori Sangat Layak.Kata Kunci — Media Pembelajaran, CD Intektif
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Di Smk Pembangunan Cibadak Fakhri Abdillah Zulkifly; Luthpi Saepuloh; Arif Yudianto
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 12 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.303 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6943518

Abstract

Learning media is a tool for educators to make it easier to convey learning to students, both physical and non-physical. It can be said that learning media are all forms and types of tools to support teachers in delivering learning materials to students, both physical learning media, such as original and artificial teaching aids, as well as non-physical learning media, such as slide presentation media, audio visual , as well as 2D/3D animation. Learning media is part of the whole system and learning process. The application of good learning media by educators, as well as a communicative and attractive style of speech for students, can facilitate the process of delivering material from educators to students, so as to increase student learning motivation. The development of learning media at this time, especially in ICT-based learning media, for example learning media that applies three-dimensional technology, namely Augmented Reality (AR), in the subject of Cultural Arts. Augmented Reality or usually called AR, is one of the new technologies known to the public, AR is a concept of combining the virtual world with the real world to generate information from data taken from a system on a designated real object so that the boundary between the two becomes increasingly thin. Art is a work that is made or created with extraordinary skills so that it is something beautiful or beautiful. The need for art and culture is a higher human need among other needs. This study aims to produce a product in the form of 3D learning media using Augmented Reality technology. The type of research used is R&D research and development with reference to the ADDIE research and development model which consists of five stages. The data collection method used by the researcher is interviews with subject teachers, and through classroom observations to students. Meanwhile, the method of collecting data is through a media feasibility assessment questionnaire from material experts, media and design experts, and user assessments, namely students. The results showed that the material expert validation obtained a presentation of 92% in the very appropriate category. The results of the media expert validation obtained a presentation of 88% in the very feasible category and field trials by students obtained a score of 85% in the "very feasible" category. Thus, it can be concluded that This learning media product is said to be very feasible to use in student learning.
Pengembangan Special E-Class Pada Learning Management System Untuk Mahasiswa Tunarungu Luthpi Luthpi; Dadan Rahmat; Arif Yudianto
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.441 KB) | DOI: 10.12928/jimp.v2i2.5385

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi bantu sebagai layanan pembelajaran bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, dengan mengembangkan system pembelajaran online. System pembelajaran online disini mengakomodir kelas khusus bagi mahasiswa berkebutuhan khusus yang dinamakan special e-class. Dalam kelas khusus tersebut dikembangkan juga matakuliah yang memiliki konten digital yang dibuat khusus bagi penyandang disabilitas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau biasa disebut Research and Development (R and D) . R and D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Media pembelajaran layak untuk digunakan jika hasil validasi para ahli dan pengguna mencapai 26%≤skor≤50% skala nila 2 dalam kriteria minimal “cukup layak”. Dari perhitungan tersebut didapatkan penilaian dari ahli materi 93,75% untuk materi matakuliah jaringan komputer dan penilaian dari ahli media 84,6% untuk pengembangan video pembelajaran sementara para pengguna memberikan nilai sebesar 88,6%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak dijadikan media pembelajaran bagi mahasiswa trunarungu
Identifikasi Kearifan Lokal/Culturediversity dan Keragaman Hayati/Biodiversity) Rumah Adat Tago, Anjing Sebagai Media dan Sumber Pembelajaran IPS SD Rohmat Widiyanto; Arif Yudianto
BaJET (Baturaja Journal of Education Technology) Vol 2 No 2 (2018): Baturaja Journal of Educational Technology
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP UNBARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.153 KB)

Abstract

Geopark Ciletuh salah satu wilayahnya terletak di desa Tamanjaya kecamatan Ciemas kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Secara geografis desa Tamanjaya terbagi dua wilayah yaitu wilayah daratan dan daratan tinggi dengan laus wilaya 1.372,5 Ha (Tamanjaya, 2015) dan jumlah penduduk 6.500 jiwa (Statistik Daerah, 2015). Keadaan yang demikian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian daerah tersebut, dengan berbagai usaha misalnya UMKM, back packer, industri kreatif, pariwisata dan lain sebagainya, apalagi jika kawasan Tamanjaya dijadikan Geopark oleh UNESCO pada tahun 2020 nantinya. Namun, potensi yang pada saat ini belum berorientasi dan berkontribusi pada dunia pendidikan seperti media dan sumber pembelajaran di sekolah dasar misalnya seperti materi IPS tentang keadaan alam Indonesia dan keragaman budaya Indonesia. Pendekatan penelitian menggunakan motode penelitian Kualitatif deskriftif. Media dan sumber bejar dalam penelitian ini diartikan sebagai sarana penunjang dan sarana informasi dalam proses pembelajaran. Batasan media dan sumber IPS SD dalam penelitian ini mencakup; sosial budaya, keanekaragaman hayati dan SDA. Teknik pengumpulan data mengunakan Teknik indepthinterview, dukomentasi dan penelusuran pustaka. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yakni data collection, data reduction, display data, conclution drawing and verification. Hasil penelitian ini menghasilkan penemuan rumah tago’ anjing sebagai media dan sumber pembelajaran
Pengembangan Modul Ajar Digital Fotografi Arif Yudianto; Dadan Rahmat
PETIK : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol 9, No 1 (2023): Vol 9 No 1 Maret 2023
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v9i1.2735

Abstract

Abstrak —. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) menghasilkan modul ajar digital yang terdiri atas modul ajar digital fotografi, panduan dosen, dan panduan mahasiswa. 2) menghasilkan paket pembelajaran yang terdiri atas modul ajar   yang tervalidasi, praktis, efektif dari segi penggunaan waktu dan menarik. Merancang modul ajar sesuai analisis kebutuhan mahasiswa dengan pengorganisasian materi yang memadukan teori dan praktik dan memiliki daya tarik. Diharapkan dengan modul ajar digital ini dapat membantu mahasiswa mendapakatkan pengetahuan mengenai fakta, konsep dan prosedur pemotretan yang benar agar dapat mengatasi masalah sulitnya belajar fotografi. Pengembangan produk berdasarkan kajian teknologi pembelajaran dan desain pembelajaran model Dick & Carey dengan tahapan: (1) Identifikasi tujuan umum pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) menganalisis karakteristik peserta didik, (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran (7) mengembangkan dan memilih materi pembeiajaran (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, (9) merevisi produk pembelajaran. Hasil penelitian menyimpulkan produk modul ajar digitan Fotografi layak untuk di gunakan di pembelajaran matakuliah FotografiKata Kunci— Modul Ajar digital, Modul Fotografi,Abstract —The aims of this research are: 1) to produce digital teaching modules consisting of digital photography teaching modules, lecturer guides, and student guides. 2) produce learning packages consisting of teaching modules that are validated, practical, effective in terms of time use and interesting. Designing teaching modules according to student needs analysis by organizing material that combines theory and practice and has appeal. It is hoped that this digital teaching module can help students gain knowledge about facts, concepts and correct shooting procedures so that they can overcome the difficulty of learning photography. Product development based on the study of learning technology and the learning design of the Dick & Carey model with the following stages: (1) Identifying general learning objectives, (2) conducting learning analysis, (3) analyzing student characteristics, (4) formulating specific learning objectives, (5) developing benchmark reference test items, (6) developing learning strategies (7) developing and selecting learning materials (8) designing and conducting formative evaluations, (9) revising learning products. The results of the study concluded that digital photography teaching module products were appropriate for use in photography coursesKeywords— Digital Teaching Module, Photography Module   
Pengembangan Media Komik Digital pada Mata Pelajaran PAI untuk Kelas VIII di SMP Negeri 3 Cibeber Mohammaf Fajar, Satrio; Yudianto, Arif
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2023): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v9i1.1665

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital pembelajaran pada mata pelajaran PAI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yaitu (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Uji coba produk, (7) Revisi, (8) Uji coba pemakaian/lapangan, (9) Revisi produk, dan (10) Produksi masal. Hasil penelitian uji kelayakan media pembelajaran komik digital berdasarkan penilaian: 1) Ahli Materi dengan kategori sangat layak dan 2) Ahli Media dengan kategori sangat layak, 3) Uji coba kelompok kecil dengan kategori sangat layak, 4) Uji coba kelompok besar dengan kategori Layak. Dari hasil pengembangan dihasilkan media pembelajaran komik digital dengan kategori “sangat layak”. Presentase yang diberikan oleh, ahli materi yaitu 91% dengan kategori “sangat layak”, ahli media yaitu 89% dengan kategori “sangat layak”, uji coba kelas terbatas oleh siswa yaitu 83% dengan kategori “sangat layak”, uji coba lapangan oleh siswa yaitu 86% dengan kategori “sangat layak”. Kata Kunci: Media pembelajaran, komik digital, Adobe Photoshop Abstract : This study aims to develop a digital comic media for learning in PAI subjects. This research is a development research that uses the Borg and Gall development model, namely (1) Potential and problems, (2) Data collection, (3) Product design, (4) Design validation, (5) Design revision, (6) Product trial , (7) Revision, (8) Use/field trial, (9) Product revision, and (10) Mass production. The results of the research on the feasibility test of digital comic learning media based on the assessment: 1) Material Experts with a very decent category and 2) Media experts with a very decent category, 3) Small group trials with very decent categories, 4) Large group trials with Eligible categories. From the results of the development, digital comic learning media was produced with the "very feasible" category. The percentage given by material experts is 91% in the "very feasible" category, media experts are 89% in the "very feasible" category, limited class trials by students are 83% in the "very feasible" category, field trials by students namely 86% with the category of "very decent". Keywords: Learning media, digital comics, Adobe Photoshop
CD Interkatif Sebagai Media Pembelajaran Vardian, Dede Vera; Wulandari, Heni; Yudianto, Arif
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2020): Volume 6 No 1 Tahun 2020
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v6i1.1151

Abstract

Abstrak— Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran CD Interkatif sebagai media pembelajaran yang menarik kelas X di pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahrga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran CD Interkatif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yaitu (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian / Lapangan, (9) Revisi Produk, dan (10) Produksi Masal. Hasil penelitian uji kelayakan Media Pembelajaran CD Interkatif dengan skor rata-rata yang di diberikan oleh: (1) Ahli Materi yaitu 4,3 dengan kategori Sangat Layak, (2) Ahli Desain yaitu 4,3 dengan kategori Sangat Layak, (3) Ahli Media yaitu 3,5 dengan kategori Layak, (4) Uji Coba Kelas Terbatas oleh 6 siswa yaitu 4 dengan kategori Layak dan (5) Uji Coba Lapangan oleh 20 siswa yaitu 4,6 dengan kategori Sangat Layak. Kata Kunci — Media Pembelajaran, CD Intektif Abstract— This research aims to develop an interactive CD learning media as an interesting learning media for class X in Physical Education, Sports and Health (PJOK).This study also aims to determine the feasibility of an Interactive CD learning media. This research is a development research using Borg and Gall development models, namely (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Design Validation, (5) Design Revision, (6) Product Trial , (7) Product Revision, (8) Usage / Field Trial, (9) Product Revision, and (10) Mass Production. The results of the feasibility study of the Interactive Learning Media CD with an average score given by: (1) Material Expert that is 4.3 in the category Very Feasible, (2) Design Expert that is 4.3 in the category Very Feasible, (3) Expert The media are 3.5 with the Eligible category, (4) Limited Class Trial by 6 students, 4 with the Eligible category and (5) Field Trial by 20 students, 4.6 with the Very Eligible category. Keywords — Learning Media, Interactive CD
Pengembangan Modul Ajar Digital Fotografi Yudianto, Arif; Rahmat, Dadan
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No 1 Tahun 2023
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v9i1.1264

Abstract

Abstrak — Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) menghasilkan modul ajar digital yang terdiri atas modul ajar digital fotografi, panduan dosen, dan panduan mahasiswa. 2) menghasilkan paket pembelajaran yang terdiri atas modul ajar yang tervalidasi, praktis, efektif dari segi penggunaan waktu dan menarik. Merancang modul ajar sesuai analisis kebutuhan mahasiswa dengan pengorganisasian materi yang memadukan teori dan praktik dan memiliki daya tarik. Diharapkan dengan modul ajar digital ini dapat membantu mahasiswa mendapakatkan pengetahuan mengenai fakta, konsep dan prosedur pemotretan yang benar agar dapat mengatasi masalah sulitnya belajar fotografi. Pengembangan produk berdasarkan kajian teknologi pembelajaran dan desain pembelajaran model Dick & Carey dengan tahapan: (1) Identifikasi tujuan umum pembelajaran, (2) melakukan analisis pembelajaran, (3) menganalisis karakteristik mahasiswa, (4) merumuskan tujuan khusus pembelajaran, (5) mengembangkan butir-butir tes acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran (7) mengembangkan dan memilih materi pembeiajaran (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, (9) merevisi produk pembelajaran. Hasil penelitian menyimpulkan produk modul ajar digitan Fotografi layak untuk di gunakan di pembelajaran mata kuliah Fotografi. Kata Kunci— Modul Ajar digital, Modul Fotografi, Abstract —The aims of this research are: 1) to produce digital teaching modules consisting of digital photography teaching modules, lecturer guides, and student guides. 2) produce learning packages consisting of teaching modules that are validated, practical, effective in terms of time use and interesting. Designing teaching modules according to student needs analysis by organizing material that combines theory and practice and has appeal. It is hoped that this digital teaching module can help students gain knowledge about facts, concepts and correct shooting procedures so that they can overcome the difficulty of learning photography. Product development based on the study of learning technology and the learning design of the Dick & Carey model with the following stages: (1) Identifying general learning objectives, (2) conducting learning analysis, (3) analyzing student characteristics, (4) formulating specific learning objectives, (5) developing benchmark reference test items, (6) developing learning strategies (7) developing and selecting learning materials (8) designing and conducting formative evaluations, (9) revising learning products. The results of the study concluded that digital photography teaching module products were appropriate for use in photography courses. Keywords— Digital Teaching Module, Photography Module
PENGEMBANGAN FILM PENDEK PENDIDIKAN BAHAYA NARKOTIKA DAN ZAT ADIKTIF UNTUK PESERTA DIDIK DI SMKN PERTANIAN 1 SUKARAJA Permana, Rizky Dwi; Saepuloh, Luthpi; Yudianto, Arif
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 22 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14590753

Abstract

Learning is basically an effort to build character for students and also teachers involved in the learning process. Most of the teaching staff in Indonesia tend to use conventional media which uses verbal delivery methods. According to Law of the Republic of Indonesia No. 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence. , noble morals, and skills needed by himself, society, nation and state. The era has developed, therefore the adaptation of students' habits automatically changes to become technology oriented, where they are more interested in things related to technology and things like that. Film is a flexible medium. Initially, film media was used as an audio-visual entertainment medium, where at that time the entertainment used was usually in the form of audio or sound only and also writing, be it magazines, newspapers, comics or the like. However, as the film industry develops in the world, this film has become more flexible, where it can be used simply as entertainment, as a source of motivation, as an outlet for feelings, until finally films can also be used as anti-mainstream learning media. Based on the results of data research from the Ministry of Communication and Information in 2021 in the 2021 BNN Drugs Report, it was explained that narcotics use among teenagers aged 15-35 years reached 82.4% with the status of users, 47.1% with the status of dealers and 31.4% with the role of couriers. . There is also the use of narcotics among pupils and students reaching 27%. The National Narcotics Agency said that there would be an increase in the use of these narcotics by 1.95% in 2022 compared to 2019.
Pengembangan Media Komik Digital pada Mata Pelajaran PAI untuk Kelas VIII di SMP Negeri 3 Cibeber Mohammaf Fajar, Satrio; Yudianto, Arif
utile: Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2023): utile: Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jut.v9i1.1665

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital pembelajaran pada mata pelajaran PAI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yaitu (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Revisi desain, (6) Uji coba produk, (7) Revisi, (8) Uji coba pemakaian/lapangan, (9) Revisi produk, dan (10) Produksi masal. Hasil penelitian uji kelayakan media pembelajaran komik digital berdasarkan penilaian: 1) Ahli Materi dengan kategori sangat layak dan 2) Ahli Media dengan kategori sangat layak, 3) Uji coba kelompok kecil dengan kategori sangat layak, 4) Uji coba kelompok besar dengan kategori Layak. Dari hasil pengembangan dihasilkan media pembelajaran komik digital dengan kategori “sangat layak”. Presentase yang diberikan oleh, ahli materi yaitu 91% dengan kategori “sangat layak”, ahli media yaitu 89% dengan kategori “sangat layak”, uji coba kelas terbatas oleh siswa yaitu 83% dengan kategori “sangat layak”, uji coba lapangan oleh siswa yaitu 86% dengan kategori “sangat layak”. Kata Kunci: Media pembelajaran, komik digital, Adobe Photoshop Abstract : This study aims to develop a digital comic media for learning in PAI subjects. This research is a development research that uses the Borg and Gall development model, namely (1) Potential and problems, (2) Data collection, (3) Product design, (4) Design validation, (5) Design revision, (6) Product trial , (7) Revision, (8) Use/field trial, (9) Product revision, and (10) Mass production. The results of the research on the feasibility test of digital comic learning media based on the assessment: 1) Material Experts with a very decent category and 2) Media experts with a very decent category, 3) Small group trials with very decent categories, 4) Large group trials with Eligible categories. From the results of the development, digital comic learning media was produced with the "very feasible" category. The percentage given by material experts is 91% in the "very feasible" category, media experts are 89% in the "very feasible" category, limited class trials by students are 83% in the "very feasible" category, field trials by students namely 86% with the category of "very decent". Keywords: Learning media, digital comics, Adobe Photoshop