Penelitian ini secara fundamental membahas dikotomi epistemologis yang mengakar kuat antara sistem sanad tradisional yang menjadi ciri khas pesantren di Indonesia dan standarisasi akademik modern yang diwajibkan secara struktural di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN). Pembelahan abadi ini sering kali secara parah memisahkan otoritas religius-spiritual dari metrik ilmiah-objektif yang berorientasi pada pasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif filosofis-hermeneutis yang dipadukan dengan matriks literatur yang luas, penelitian ini mengonseptualisasikan dan merumuskan Teori Pendidikan Islam Transformatif Berbasis Karakter Nusantara sebagai jembatan epistemologis yang integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi holistik dapat dicapai sepenuhnya melalui tiga transformasi struktural yang kritis: transformasi ontologis (mendefinisikan ulang ilmu pengetahuan sebagai kesatuan entitas yang tak terpisahkan antara nilai-nilai vertikal-spiritual dan mekanika horizontal-rasional), transformasi epistemologis (menggabungkan secara harmonis autentisitas jalur sanad tekstual dengan eksplorasi ilmiah kritis-empiris), dan transformasi aksiologis (melahirkan sarjana yang secara struktural memiliki kompetensi profesional yang ketat sekaligus integritas etis-spiritual yang mendalam). Sintesis ini pada akhirnya menumbuhkan model pendidikan tinggi Islam modern yang kokoh, yang tetap berakar kuat pada kearifan lokal sekaligus dinamis dan sangat adaptif terhadap tantangan kontemporer global.
Copyrights © 2026