Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mendalam terhadap fenomena pengembangan sosial emosional anak usia dini di lingkungan pendidikan berbasis Islam, khususnya di KB Riyadhul Qori’ah, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Urgensi penelitian ini didasari oleh semakin kompleksnya tantangan karakter anak di era digital yang menuntut keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan emosional. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus selama satu semester akademik. Data dihimpun melalui observasi partisipatif yang intensif, wawancara naratif bersama pengelola dan guru, serta studi dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KB Riyadhul Qori’ah menerapkan model pengembangan sosial emosional yang terintegrasi dengan nilai-nilai agama Islam (Integrated Religious-Social-Emotional Model). Model ini mencakup pengenalan literasi emosi, latihan empati melalui kegiatan sosial, dan penguasaan regulasi diri dalam bingkai akhlakul karimah. Temuan kunci mengungkapkan bahwa sinergi antara budaya lokal Sunda dan nilai religius menjadi katalisator utama dalam mempercepat kemandirian dan keterampilan interaksi sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan aspek sosial emosional yang dilakukan secara konsisten melalui metode pembiasaan dan keteladanan mampu membentuk fondasi karakter yang resilien bagi anak didik.
Copyrights © 2026