Perkembangan teknologi digital dalam kerangka Society 5.0 telah membentuk pola pikir, cara belajar, di generasi digital ini. Sehingga pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan relevansi nilai kekristenan. Terlebih model pembelajaran PAK yang masih berfokus pada transmisi pengetahuan dan hafalan yang sering gagal menjawab kebutuhan eksistensial peserta didik yang hidup dalam budaya kontemporer ini, sehingga muncul jarak antara nilai iman dan realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka untuk merumuskan pedagogi transformatif yang relevan bagi generasi digital. Hasil penelitian mejelaskan bahwa generasi digital menghadirkan pergeseran antropologi pembelajar yang menuntut pemahaman sosial, kultural, dan spiritual baru. Sementara itu, pedagogi transformatif menyediakan kerangka teologis dan edukatif berbasis refleksi kritis, dialog, dan pembentukan karakter. Dimana, integrasi teknologi sebagai ruang transformasi memperkaya pengalaman iman, sementara rekonstruksi praktik PAK di era Society 5.0 menjembatani dunia digital dan nilai Kristiani, menciptakan pendidikan yang kontekstual, relevan, dan transformatif bagi pembentukan identitas serta spiritualitas generasi masa kini.
Copyrights © 2026