Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kesalahan siswa berdasarkan teori Kastolan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V-A MIS Maura El Mumtaz, dengan enam siswa dipilih secara purposive untuk dianalisis lebih mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual merupakan kesalahan yang paling dominan dengan persentase 51,35% (kategori sedang), sedangkan kesalahan prosedural dan teknis masing-masing sebesar 24,32% (kategori rendah). Kesalahan konseptual terjadi karena siswa belum memahami dan membedakan konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai, kesalahan prosedural disebabkan oleh ketidaktepatan langkah penyelesaian, dan kesalahan teknis terjadi karena kurangnya ketelitian serta lemahnya penguasaan operasi hitung dasar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesalahan siswa saling berkaitan dan berawal dari kurangnya pemahaman konsep, sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konsep, penggunaan media yang sesuai, serta pembiasaan berpikir sistematis.
Copyrights © 2026