Model Problem-Based Learning (PBL) memiliki keunggulan dalam pembelajaran IPAS karena berfokus pada penyelesaian masalah nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain. (1) Bagaimana Proses PBL, (2) Bagaimana Hambatan dan Solusi, (3) Bagaimana Implikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses PBL, (2) Hambatan dan Solusi, (3) Implikasi. Teori yang digunakan adalah teori Behavioristik, Konstruktivisme, Belajar Sosial. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah,wali kelas III, dan siswa kelas III. Metode pengumpulan data adalah observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini berupa analisis data deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini menunjukan (1) Proses Penerapan Model Problem Based Learning diterapkan melalui beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Partisipasi siswa berhasil diciptakan guru melalui penerapan model Problem Based Learning sehingga mendukung interaksi siswa dan respon positif, (2) hambatan dalam penerapan model Problem Based Learning beberapa siswa pasif selama kegiatan pembelajaran adapun solusinya yaitu guru memberi pertanyaan langsung kepada siswa yang cenderung pasif, (3) implikasi yang ditunjukan oleh siswa di kelas selama pembelajaran adalah siswa mulai terbiasa untuk berpikir lebih kritis dalam menghadapi materi yang diberikan.
Copyrights © 2026