Jamur merupakan salah satu penyebab infeksi terutama di negara beriklim tropis. Penyakit infeksi jamur merupakan penyakit yang sering muncul di tengah masyarakat Indonesia. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah daun mangkokan. Tanaman daun mangkokan (Polyscias scutelleria) yang termasuk dalam keluarga Araliaceae telah dikaji secara ilmiah mengenai aktivitasnya dalam mengatasi suatu penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antijamur dari fraksi - fraksi daun mangkokan terhadap jamur Candida albicans. Metode pengujian aktivitas antijamur fraksi daun mangkokan menggunakan metode difusi cakram dilakukan dengan mengukur zona hambat disekitar kertas cakram dengan konsentrasi fraksi etanol air, etil asetat dan n-heksan masing-masing 600 μg/disk, kontrol positif ketokonazol, dan kontrol negatif DMSO 10%, pengujian dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol air daun mangkokan menunjukkan hambatan sebesar 7,5 mm, pada fraksi etil asetat sebesar 4,8 mm, dan dan fraksi n-heksan 0 mm. Pada kontrol positif ketoconazole 30 μg/disk menunjukkan hambatan sebesar 16,18 mm dengan kategori daya hambat kuat, sedangkan pada kontrol negatif DMSO 10% sebesar 0 mm, tidak memiliki daya hambat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi etanol air dan etil asetat daun mangkokan memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dengan kategori lemah, dan fraksi n-heksan daun mangkokan tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans.
Copyrights © 2026