Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EVALUASI KIMIA FISIKA DAN UJI STABILITAS SEDIAAN COLD CREAM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DENGAN 3 JENIS MINYAK Olive, Caprylic Dan Parafin Habibie Deswilyaz Ghiffari; Delladari Mayefis; Ayu Amelia; Gina Fernanda
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i1.917

Abstract

Physalis angulata L. (ciplukan) is an annual plant with potential medicinal properties, including pain relief. This study aims to formulate a cold cream containing ciplukan leaf extract and evaluate its physical stability. The leaf extract was obtained by maceration using 96% ethanol and concentrated using a rotary evaporator. Cold cream formulations were prepared with extract concentrations of 0%, 5%, and 10%, utilizing three types of oils (olive, caprylic, and paraffin). Evaluations included organoleptic properties, pH, homogeneity, adhesion, spreadability, viscosity, cream type, and stability, analyzed using One-Way ANOVA. Results showed that all formulations exhibited good physical properties and were classified as oil-in-water (O/W) type creams. pH values ranged from 4 to 6, adhesion times from 1.19 to 4.94 seconds, and spreadability from 4.52 to 5.16 cm, with no significant differences among extract concentrations or oil types (p > 0.05). Increasing the extract concentration from 5% to 10% resulted in a slight decrease in pH, which remained within the safe range, maintained homogeneity, slightly reduced spreadability, and improved physical stability, especially at 10%. The formulation containing 10% ciplukan leaf extract showed the best stability and was well accepted as a cold cream preparation.
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis Pada Masyarakat Air Lingka Kelurahan Galang Baru Kecamatan Galang Kota Batam Suhaera; Aprilya Sri Rachmayanti; Suci Fitriani Sammulia; Ayu Amelia; Rakhmi Febrina Yunaspi; Rastria Meilanda
Jurnal Abdimas Nusantara Vol 2 No 01 (2025): JANU Edisi Januari
Publisher : PT Ruang Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70294/aaj5mv10

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Air Lingka yang merupakan salah satu wilayah di Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Kota Batam. Mayoritas penduduk didaerah ini mengalami Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, kolesterol, diabetes, dan sebagainya yang disebabkan oleh faktor perilaku hidup, lingkungan, dan pola makan yang kurang sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengobatan yang tepat bagi pasien. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Institut Kesehatan Mitra Bunda dan bekerjasama dengan Puskesmas Galang. Masyarakat yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat berjumlah 44 orang yang didominasi oleh ibu rumah tangga. Pada hasil pemeriksaan kesehatan ditemukan 24 orang mengalami myalgia, 5 orang mengalami hipertensi, dan beberapa orang lainnya mengalami asma, diabetes, dan alergi. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menjadi acuan masyarakat sekitar untuk lebih memperhatikan keadaan sekitar agar meningkatkan derajat kesehatan yang lebih optimal.
ANALISIS KADAR ASAM SALISILAT PADA SEDIAAN SHEET MASK ANTI JERAWAT DI TOKO KOSMETIK X KOTA BATAM Suci Fitriani Sammulia; Ayu Amelia; Syifa Zatalini Zakirah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/praeparandi.v9i2.212

Abstract

Asam salisilat merupakan senyawa golongan beta-hidroksi yang banyak digunakan dalam produk dermatologi dan kosmetik karena memiliki sifat keratolitik, antiinflamasi, serta antimikroba. Senyawa ini efektif dalam mengatasi jerawat dengan cara membantu pengelupasan sel kulit mati dan menjaga pori-pori tetap bersih. Namun, penggunaan asam salisilat dengan kadar melebihi 2% dapat menimbulkan iritasi, dermatitis kontak, hingga peradangan kulit, sehingga pengawasan kadar dalam kosmetik sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar asam salisilat pada produk sheet mask anti jerawat yang dijual bebas di Toko Kosmetik X Kota Batam. Analisis dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl₃ 1% dan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui keberadaan senyawa asam salisilat, serta kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum asam salisilat yaitu 296,5 nm untuk menentukan kadarnya. Enam sampel diuji, di mana lima di antaranya tidak memiliki nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa tiga sampel positif terdapat asam salisilat, yang ditunjukkan dengan warna larutan sampel berubah menjadi warna ungu pada pereaksi FeCl₃ dan adanya serapan spesifik pada spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kuantitatif menunjukkan bahwa kadar asam salisilat pada sampel A sebesar 1%, sampel E sebesar 1,31%, dan sampel F sebesar 1,19%. Kesimpulannya, ketiga sampel yang positif mengandung asam salisilat memiliki kadar di bawah batas maksimal 2% sesuai regulasi BPOM.
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DAPUR 3 AIR NAGA MELALU SENAM SEHAT Rury Trisa Utamii; Ayu Amelia; Rastria Meilanda; Delladari Mayefis; Hesti Marliza; Eka Febriyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42990

Abstract

Dapur 3 Air Naga adalah salah satu desa yang berada Di Kecamatan Sijantung, Sembulang Provinsi Kepulauan Riau. Mayoritas masyarakat desa dapur 3 Air Naga bekerja di pantai, Libur kerja pada hari minggu. Biasanyan masyarakat pada waktu libur kerja menggunakan waktu nya untuk beristirahat sehingga dapat dilihat bahwa permasalahan yang terdapat di desa belum maksimalnya untuk penggnan waktu pada saat di libur kerja. Dari hal tersebut perlu adanya sebuah kegiatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu solusi untuk dapat menggunakan waktu di libur kerja dengan bermanfaat selain istirahat dengan berolahraga yaitu senam bersama. Tujuan dari adanya kegiatan senam bersama ini agar masyarakat Desa dapur 3 Air Naga dapat meningkatkan kesehatan tubuh melalui senam bersama yang menyenangkan. Metode yang digunakan adalah memberitahu dan mengajak secara langsung masyarakat sekitar secara langsung. Metode yang digunakan pada saat senam adalah metode demonstrasi, gerakan senam akan dipimpin oleh mahasiswa KKN yang sesuai dengan bidang ahlinya
ANALISIS TERAPI ANTIPSIKOTIK TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN REHABILITASI NAPZA DI LOKA REHABILITASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL BATAM I Gusti Ngurah Agung Artawijaya; Nahrul Hasan; Diani Mega Sari; Ayu Amelia; Ghalib Syukrillah Syahputra
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/sgmf8w86

Abstract

Antipsychotic therapy is often administered to NAPZA rehabilitation patients with comorbid mental disorders such as schizophrenia, bipolar disorder, or major depression. This study aims to analyze the effect of antipsychotic therapy on the quality of life of NAPZA rehabilitation patients at the BNN Batam Rehabilitation Center. The research method used total sampling with a sample size of 26 respondents. Quality of life was measured using the WHOQOL-BREF questionnaire. The results showed that the majority of respondents were male (92.3%) aged 18–49 years, with the most common diagnosis being paranoid schizophrenia (84.6%). The dominant therapy given was second-generation antipsychotics (92.3%). There was an increase in the average quality of life score across all domains, from 58.68 to 73.72 after therapy. The paired t-test showed a significant difference between quality of life before and after therapy (p = 0.000). However, the chi-square test showed no significant relationship between type of therapy and duration of rehabilitation with improvement in quality of life (p ≥ 0.05). In conclusion, antipsychotic therapy significantly improves the quality of life of NAPZA rehabilitation patients.
TERIH SEHAT Pemeriksaan Kesehatan di Kampung Terih Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa Kota Batam Habibie Deswilyaz Ghiffari; Didi Yunaspi; Roza Erda; Ghalib Syukrillah Syahputra; Tommy Julianto; Sri Hainil; Sri Budiasih; Ayu Amelia; Rury Trisa Utami; Desy Maniarty Gusmali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4733

Abstract

Pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah penting dalam deteksi dini risiko penyakit tidak menular, terutama yang berkaitan dengan sistem metabolik dan kardiovaskular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk  melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan gula. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung di lapangan darah pada 35 individu dewasa. Hasil menunjukkan bahwa 51,4% responden memiliki tekanan darah di atas normal (>140/90 mmHg), 57,1% mengalami hiperkolesterolemia (>200 mg/dL), 45,7% memiliki kadar asam urat tinggi (>7 mg/dL untuk laki-laki dan >6 mg/dL untuk perempuan), dan 37,1% mengalami hiperglikemia (>140 mg/dL). Selain itu, beberapa kasus ekstrem ditemukan, seperti kadar gula darah mencapai 400 mg/dL dan kolesterol hingga 303 mg/dL. Temuan ini menunjukkan tingginya prevalensi faktor risiko penyakit kronis di kalangan responden. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi gaya hidup sehat,menghindari makanan yang dapat menyebabkan peningkatan kadar penyakit dan pemeriksaan rutin sangat disarankan untuk menurunkan angka kejadian penyakit degeneratif.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) & Ramuan Bertuah Di Kampung Terih Nongsa Kota Batam Habibie Deswilyaz Ghiffari; Roza Erda; Tommy Julianto; Sri Hainil; Sri Budiasih; Desy Maniarti Gusmali; Ayu Amelia; Rury Trisa Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3698

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Terih dilaksanakan dengan fokus pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui program TOGA dan Ramuan Bertuah. Latar belakang kegiatan ini adalah hasil survei yang menunjukkan bahwa meskipun masyarakat sudah banyak menanam TOGA, khususnya sereh, namun pemanfaatannya sebagai ramuan herbal masih terbatas. Sebagian besar masyarakat lebih memilih obat modern ketika sakit, padahal sebagai masyarakat pesisir mereka membutuhkan stamina tubuh yang kuat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat TOGA, memberikan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal menjadi ramuan kesehatan, serta memperluas variasi tanaman obat yang dimiliki warga melalui pembagian bibit. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pengolahan ramuan herbal berbahan jahe, temulawak, dan sereh, serta pembagian bibit TOGA kepada masyarakat.
AKTIVITAS ANTIJAMUR FRAKSI DAUN MANGKOKAN  (POLYSCIAS SCUTELLARIA) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS Ruri Trisa; Sri Hainil; Hesti Marliza; Ayu Amelia; Li Nina Hypha
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/praeparandi.v10i1.230

Abstract

Jamur merupakan salah satu penyebab infeksi terutama di negara beriklim tropis. Penyakit infeksi jamur merupakan penyakit yang sering muncul di tengah masyarakat Indonesia. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah daun mangkokan. Tanaman daun mangkokan (Polyscias scutelleria) yang termasuk dalam keluarga Araliaceae telah dikaji secara ilmiah mengenai aktivitasnya dalam mengatasi suatu penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antijamur dari fraksi - fraksi daun mangkokan terhadap jamur Candida albicans. Metode pengujian aktivitas antijamur fraksi daun mangkokan menggunakan metode difusi cakram dilakukan dengan mengukur zona hambat disekitar kertas cakram dengan konsentrasi fraksi etanol air, etil asetat dan n-heksan masing-masing 600 μg/disk, kontrol positif ketokonazol, dan kontrol negatif DMSO 10%, pengujian dilakukan sebanyak 3 kali replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol air daun mangkokan menunjukkan hambatan sebesar 7,5 mm, pada fraksi etil asetat sebesar 4,8 mm, dan dan fraksi n-heksan 0 mm. Pada kontrol positif ketoconazole 30 μg/disk menunjukkan hambatan sebesar 16,18 mm dengan kategori daya hambat kuat, sedangkan pada kontrol negatif DMSO 10% sebesar 0 mm, tidak memiliki daya hambat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi etanol air dan etil asetat daun mangkokan memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dengan kategori lemah, dan fraksi n-heksan daun mangkokan tidak memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans.
SOSIALISASI PROGRAM PENANAMAN TOGA DI DAPUR 3 AIR NAGA BATAM Rury Trisa Utami; Delladari Mayefis; Sri Hainil; Ayu Amelia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.2953-2957

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman tanaman obat yang berpotensi besar sebagai sumber pengobatan tradisional dan telah dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat. Meskipun demikian, pemanfaatan pekarangan maupun lahan desa untuk pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) masih belum optimal. Padahal, TOGA berperan sebagai sumber bahan herbal yang dapat mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai manfaat serta teknik budidaya TOGA, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan desa yang belum produktif. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan praktik langsung penanaman berbagai jenis TOGA, seperti kunyit, serai, dan lengkuas,dll. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat TOGA serta tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan sebagai sumber tanaman obat berbasis herbal. Program ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan