Mata adalah alat penglihatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, kualitas penglihatan yang buruk akan mengganggu aktivitas seseorang. Kesehatan mata dapat terpengaruh oleh penggunaan media digital yang berlebihan sehingga mengalami gangguan computer vision syndrome (cvs) yaitu kumpulan berbagai keluhan yang berlangsung pada mata dan leher. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer senam mata terhadap gangguan computer vision syndrome (cvs) pada mahasiswa keperawatan angkatan 2021 di STIKes Buleleng. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental rancangan one-group pre-post test design, dengan total sampel yang dipakai yaitu 50 responden melalui teknik sampling non probability sampling dengan purposive sampling. Pengumpulan data memakai kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Sebelum dilakukan uji statistic, uji normalitas kolmogorov smirnov dilakukan dengan hasil berdistribusi normal maka menerapkan uji statistic paired sampel t-test. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata - rata skor CVS sebelum pemberian terapi yaitu 12,12, dan rata - rata skor CVS setelah pemberian terapi yaitu 6,52, dengan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dapat diambil kesimpulan dalam penelitian ini yakni ada pengaruh terapi komplementer senam mata terhadap gangguan computer vision syndrome (cvs) pada mahasiswa keperawatan angkatan 2021 di STIKes Buleleng. Diharapkan bagi mahasiswa mampu menerapkan terapi komplementer senam mata sebagai terapi non farmakologi untuk penurunan keluhan CVS.
Copyrights © 2024