Ni Ketut Putri MarthaSari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Range Of Motion (Rom) Pasif Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Ni Made Dwi Yunica Astriani; Ni Ketut Putri MarthaSari; Putu Indah Sintya Dewi
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v5i2.2849

Abstract

Non hemorrhagic stroke is blocked by a blood clot or narrowing of an artery that leads to the brain, possibly also impaired oxygen transfer, resulting in decreased cerebral perfusion. When ROM was done exercise, it can show changes in oxygen saturation. The Purpose of this research to know influence of passive ROM towards changes of oxygen saturation in non hemorrhagic stroke patients in the Sandat Room of RSUD Buleleng. The research design was pre-experiment with one group pre-post test design with 22 respondents selected by using purposive sampling technique with inclusion criteria and sample exclusion. Data collection was done through oxygen saturation change observation sheet. This research used parametric with paired dependet t-test with significant level p = 0,05. The result shows that oxygen saturation change prior to Range Of Motion (ROM) was given by passive oxygen saturation value 90,64% and after passive ROM treatment of oxygen saturation change to 96,09%. Parametric test result using paired dependent t-test obtained p= value pre and post (0,000) p value (0,05), meaning H0 rejected and Ha accepted. So can be conclude that there is influence of passive Range Of Motion (ROM) towards changes of oxygen saturation in non hemorrhagic stroke patients in the Sandat Room of RSUD Buleleng.
PERBEDAAN TINGKAT STRES PERAWAT UNIT RAWAT INAP DENGAN PERAWAT IGD DI RUMAH SAKIT PRATAMA KUBU KARANGASEM Ni Ketut Putri MarthaSari; Putu Agus Ariana; I Gede Ariawan
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 1 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i1.301

Abstract

Pendahuluan: Perawat merupakan salah satu tenaga professional yang bekerja di rumah sakit dan memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan. Layanan kesehatan yang diberikan merupakan sebuah asuhan keperawatan secara bio-psiko-sosial, kultural-spiritual secara komperhensif baik dalam kondisi yang stabil maupun dalam kondisi yang kritis. Hal tersebut yang dapat memicu terjadinya stress pada perawat dimasing masing ruangan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat stress perawat di unit rawat inap dengan perawat IGD. Metode: Perbedaan Tingkat Stres Perawat Unit Rawat Inap dengan Perawat IGD di Rumah Sakit Pratama Kubu Karangasem ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain populasi Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dengan jumlah 45 perawat. Pengumpulan data kuesioner. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Paried t-Test, didapatkan bahwa nilai p < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti ada perbedaan tingkat stress perawat unit rawat inap dengan perawat IGD di Rumah Sakit Pratama Kubu Karangasem. Simpulan: Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pihak manajemen memperhatikan beban kerja pada perawat sehingga dapat mempengaruhi kesehatan perawat dan pelayanan kepada pasien serta kualitas pelayanan.   Kata Kunci: Stres Kerja, Perawat, Perbedaan
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI DENGAN INDIKASI APENDEKSITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT DENGAN INTERVENSI INOVASI RELAKSASI BENSON DI RUANG IBS RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR I Gusti Agung Wibawa; Kadek Suartika Yasa; Ni Ketut Putri Marthasari; I Putu Yoga Dananjaya
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.319

Abstract

Appendicitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu (apendiks). Infeksi yang terjadi dapat mengakibatkan pernanahan. Bila infeksi bertambah parah, usus buntu itu bisa pecah. Usus buntu merupakan saluran usus yang ujungnya buntu dan menonjol dari bagian awal usus besar atau sekum (cecum). Usus buntu besarnya sekitar kelingking tangan dan terletak di perut kanan bawah Pasien yang akan menjalani Operasi Apendektomi sering mengalami nyeri sesudah Operasi. Tujuan karya ilmiah ini yaitu untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien Post Operasi Apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut dengan intervensi inovasi relaksasi Benson di ruang IBS RSUD Wangaya Kota Denpasar. Karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus dengan jumlah sampel 1 pasien. Instrument yang digunakan yaitu menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di institusi untuk melakukan pengkajian terhadap pasien kelolaan. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis dari satu pasien yang diberikan intervensi pemberian terapi relaksasi Benson, pasien mengatakan merasa lebih tenang, nyeri berkurang. Hal ini menunjukkan relaksasi Benson efektif diberikan saat Post Operasi. Kesimpulan berdasarkan analisis pemberian terapi relaksasi Benson efektif dalam menurunkan nyeri sehingga pasien tampak lebih tenang pada saat menjalani sesudah Operasi
PENDIDIKAN KESEHATAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM UPAYA DETEKSI DINI ULKUS KAKI I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Ketut Putri Marthasari; I Made Sundayana; I Wayan Antariksawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.38

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular /Non-communicable diseases (NCD) adalah permasalahan yang secara global mengancam kesehatan setiap individu. Di Indonesia beberapa kelompok PTM menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu hipertensi, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Pendidikan kesehatan tentang upaya deteksi dini ulkus kaki diabetes mellitus tipe 2 ini sangat penting dilakukan karena dengan mencegah komplikasi ulkus kaki, peningkatan kualitas hidup, dan pembiayaan jaminan kesehatan yang efektif dan efisien. Metode Kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan kesehatan dalam upaya peningkatan tingkat pengetahuan dan diharapkan dapat merubah perilaku penderita diabetes mellitus. Untuk hasil Pre Test didapatkan hasil presentase pengetahuan pasien diabetes mellitus kurang 20 orang (36,67%), kategori cukup 30 orang (54,54%), kategori baik 5 orang (9,09%). Post test setelah dilakukan edukasi mengenai bagaimana cara pencegahan diabetes melitus, didapatkan hasil nilai presentase pengetahuan masyarakat, yaitu untuk kategori kurang 5 orang (9,09%), kategori baik 8 orang (14,54%), dan kategori baik 42 orang (76,36%).
MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA MENUJU LANSIA SEHAT, AKTIF DAN PRODUKTIF : PENGABDIAN MASYARAKAT Ni Luh Linda Ayuni Tania; Ni Ketut Putri Marthasari; Kadek Yudi Aryawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.39

Abstract

Pertambahan usia yang dialami lansia mengakibatkan semua sistem dan fungsi mengalami penurunan. Penurunan fungsi fungsi sistem kardiovaskular memunculkan penyakit hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada mahasiswa dalam pemahaman mata kuliah seperti gerontik, pendidikan dan promosi kesehatan serta kombinasi dengan mata kuliah keperawatan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning (SL). Adapun mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah 3 orang dosen Program Studi Keperawatan , 35 orang mahasiswa program studi S1 Keperawatan dan 45 orang lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP. Hasil Lansia yang memiliki tekanan darah rendah (<120/80mmHg) sebanyak 10 orang, tekanan darah normal (120/80mmHg) sebanyak 15 orang dan lansia dengan tekanan darah tinggi (>120/80mmHg) sebanyak 20 orang. Lansia dengan tekanan darah tinggi sudah mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara mengatur makanan, gaya hidup sehat, serta rutin minum obat hipertensi. Seluruh lansia mendapatkan edukasi tentang tekanan darah normal, cara mengontrol tekanan darah melalui makanan, pola hidup sehat dan kebiasaan olahraga. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menambah pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pola hidup sehat. Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat pada dua mitra yang terlibat seperti mahasiswa prodi S1 Keperawatan STIKes Buleleng dan Lansia Panti Sosial TWJMP. Kondisi lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP termasuk dalam kategori yang masih terkontrol, hanya saja beberapa lansia masih menderita hipertensi karena pola makan yang kurang tepat. Mahasiswa sudah memberikan edukasi terkait dengan pola makan yang tepat bagi penderita lansia.
BAKTI SOSIAL DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI PANTI ASUHAN NARRAYAN SEVA DAN PANTI ASUHAN DESTAWAN Ni Luh Linda Ayuni Tania; I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Putu Diah Ayu Rusmeni; Ni Ketut Putri Marthasari; I Made Sundayana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.50

Abstract

Pendahuluan : Panti Asuhan adalah lembaga sosial yang menyediakan tempat tinggal, perawatan, dan pendidikan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka atau tidak mampu untuk merawat mereka. Panti Asuhan Destawan didirikan pada tanggal 9 Februari 2009, saat ini memiliki 35 orang anak asuh yang sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu di daerah Buleleng. Panti asuhan Narayan Seva adalah panti asuhan yang berdiri di Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Bakti sosial (baksos) adalah kegiatan yang dilakukan untuk menunjukkan rasa kemanusiaan dan kepedulian kepada sesama.  Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Narrayan Seva dan Panti Asuhan Destawan menjadi momen yang tepat bagi dosen Keperawatan STIKes Buleleng dan mahasiswa keperawatan STIKes Buleleng untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi yaitu salah satunya Pengabdian Masyarakat Tujuan : Tujuan  kegiatan  pengabdian  masyarakat  ini  adalah adanya  peningkatan  pengetahuan  pada mahasiswa  dalam  pemahaman  mata  kuliah  keperawatan anak,  pendidikan  dan  promosi  kesehatan  serta kombinasi dengan mata kuliah keperawatan komunitas. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning (SL). Adapun mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah 5 orang dosen Program Studi Keperawatan , 35 orang mahasiswa program studi S1 Keperawatan. Hasil Strategi service  learning adalah  suatu  strategi  holistik  yang  bertujuan  untuk  memahami makna  materi  pelajaran  yang  dipelajarinya  dengan  konteks  anak - anak, komunitas dan keluarga.  Dengan  adanya  metode service  learning  ini,  akan terjadi  hubungan  timbal  balik  antara  mahasiswa  dan  anak - anak  serta mengasah  kepedulian  kepada  anak - anak  dan  mengembangkan  keterampilan  berinteraksi  dan berkomunikasi mahasiswa dengan anak – anak. Sehingga jika diterapkan di masyarakat akan  memberikan  rasa  tanggung  jawab  sebagai  bagian  dari  masyarakat  dengan  berkontribusi langsung  terhadap  masyarakat  disekitarnya  dan  memahami  bagaimana  menerapkan  ilmunya  di lapangan. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat pada dua mitra yang terlibat seperti mahasiswa prodi S1 Keperawatan STIKes Buleleng dan anak – anak panti asuhan. Kondisi kesehtaan anak – anak panti asuhan termasuk dalam kategori yang masih terkontrol, hanya saja beberapa anak masih belum bisa menjaga kebersihan diri dan cara menjaga kesehatan dengan baik dan benar.  Adapun manfaat bagi mahasiswa yaitu mendapatkan pengalaman belajar yang berharga dengan memberikan pelayanan kesehatan berupa pengecekan berat badan, lingkar kepala, lingkar perut dan tinggi badan, sehingga kedepannya mahasiswa mampu menerapkan pemeriksaan fisik umum kepada masyarakat khususnya anak – anak.