Diabetes melitus (DM) adalah sekelompok gejala yang timbul pada individu dan ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) akibat kekurangan insulin dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek aktivitas antidiabetes terhadap pemberian ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutescens, L) pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang telah diinduksi Aloksan. Pada penelitian ini digunakan 25 ekor tikus jantan dan dikelompokan dalam lima kelompok besar yaitu kelompok kontrol yang terdiri dari kontrol negatif (K-) dan kontrol positif (K+). Kelompok C+ diberikan metformin 9 mg/200 g berat badan (gBB) diikuti dengan air. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3 dengan dosis ekstrak daun cabai (Capsicum Frutescens, L) masing-masing adalah 75 mg/200gr, 150 mg/200gr, dan 300 mg/200gr per os (po). Untuk analisis perbedaan antar kelompok digunakan uji ANOVA satu arah dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p<0,05) dan dosis 300mg/200 gr BB karena dosis ketiga memiliki persentase penurunan kadar glukosa darah yang lebih baik dibandingkan dosis lainnya yaitu 25,98%. Dapat disimpulkan bahwa Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutiesciens, L) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus Galur Wistar yang diinduksi aloksan.
Copyrights © 2025