Ari Permana Putra
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Obat Kumur Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Fransiskus Samuel Renaldi; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.53

Abstract

Penggunaan obat kumur daun sirih secara teratur dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain mencegah infeksi gigi dengan kandungan antimikroba pada daun sirih dapat membantu melawan bakteri penyebab infeksi gigi dan mengurangi risiko terkena karies gigi, mengurangi bau mulut, sifat antiseptik daun sirih dapat membantu mengurangi produksi bakteri penyebab bau mulut, mengatasi radang gusi, sehingga perlunya diberikan ketrampilan dalam pembuatan obat kumur dari daun sirih dengan cara sederhana melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan penyampaian materi, demontrasi membuat minuman herbal jahe instan, pengemasan produk, pendampingan dan evaluasi kegiatan. Materi yang disampaikan adalah tentang Jahe, manfaat dari rimpang jahe sebagai tanaman obat, proses pengolahan jahe menjadi minuman herbal instan dan pengembangan kewirausahaan. Disamping itu, peserta diberi ketrampilan dalam mengemas produk dan menentukan kualitas produk dengan cara sederhanan.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA (VERNONIA AMYGDALINA) SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAGUE DALWEY (RATTUS NORVEGICUS) Kadek Linda Meta Valentine; Ari Permana Putra; Iyan Hardiana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/vhdy6q98

Abstract

Hiperurisemia merupakan hasil metabolisme normal dari pencernaan protein atau dari penguraian senyawa purin yang seharusnya akan dibuang melalui ginjal, feses, atau keringat yang kemudian menyebabkan tingginya asam urat dalam tubuh. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencari ada tidaknya pengaruh ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina)terhadap penurunan kadar asam urat tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Pada penelitian ini digunakan 25 ekor tikus Jantan dan dikelompokkan menjadi lima krlompok besar yaitu kelompok kontrol negative (Na-CMC 1%), kelompok kontrol positif (Allopurinol), dan kelompok uji dengan dosis 1,4gr/kgBB, 2,8gr/kgBB, dan 5,6gr/kgBB. Hewan uji dibuat hiperurisemia menggunakan penginduksi kalium oksonat dengan dosis 250mg/kgBB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebanyak tahap yaitu pengukuran kadar asam urat awal, pengukuran pasca induksi, pengukuran 1 jam dan 2 jam setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina) dengan dosis 1,4gr/kgBB, 2,8gr/kgBB, dan 5,6gr/kgBB dapat menurunkan kadar asam urat pada tikus. Pada pemberian ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina) dosis 5,6gr/kgBB menunjukkan penurunan kadar asam urat yang lebih baik pada tikus.
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK DAUN CABAI (Capsicum frutescens, L) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Rizky Wira Amandha; Ari Permana Putra; Ni Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/c7c1gf16

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah sekelompok gejala yang timbul pada individu dan ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) akibat kekurangan insulin dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek aktivitas antidiabetes terhadap pemberian ekstrak Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutescens, L) pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang telah diinduksi Aloksan. Pada penelitian ini digunakan 25 ekor tikus jantan dan dikelompokan dalam lima kelompok besar yaitu kelompok kontrol yang terdiri dari kontrol negatif (K-) dan kontrol positif (K+). Kelompok C+ diberikan metformin 9 mg/200 g berat badan (gBB) diikuti dengan air. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3 dengan dosis ekstrak daun cabai (Capsicum Frutescens, L) masing-masing adalah 75 mg/200gr, 150 mg/200gr, dan 300 mg/200gr per os (po). Untuk analisis perbedaan antar kelompok digunakan uji ANOVA satu arah dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p<0,05) dan dosis 300mg/200 gr BB karena dosis ketiga memiliki persentase penurunan kadar glukosa darah yang lebih baik dibandingkan dosis lainnya yaitu 25,98%. Dapat disimpulkan bahwa Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutiesciens, L) dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus Galur Wistar yang diinduksi aloksan.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper Crocatum) SEBAGAI ANTI DIARE TERHADAP HEWAN UJI MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Muculus ) Komang Wisnu Satria Pranata; Ari Permana Putra; Luh Putu Desy Puspaningrat; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/aqt2df16

Abstract

Diare adalah suatu penyakit dengan tanda-tanda adanya perubahan bentuk dan konsistensi  dari  tinja,  yang  melembek sampai mencair, dan bertambahnya frekuensi buang air besar biasanya tiga kali atau lebih dalam sehari. Daun sirih merah memiliki kandungan utama yang bermanfaat sebagai antidiare diantaranya flavonoid,tannin,minyak atsiri dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis uji efeketivitas ekstrak daun sirih merah (piper crocatum) sebagai antidiare pada mencit putih jantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Pada penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok control positif, kelompok control negative, kelompok EEDSM 56 mg/gr bb, kelompok EEDSM 112 mg/gr bb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antar kelompok (p<0.05). kelompok dosis EEDSM 112 mg/gr bb merupakan dosis yang paling bagus sebagai antidiare
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK METANOL DAUN INTARAN BALI (Azadiractha Indica A. Juss) TERHADAP JAMUR Candida albicans Krisna Wardani Saputra; Ari Permana Putra; Eric Kurnia Abdillah
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/z9bg6w83

Abstract

Infeksi Candida albicans merupakan penyebab utama kandidiasis oral. Penelitian ini mengkaji efektivitas tanaman intaran Bali sebagai bahan antijamur dalam sediaan obat kumur. Ekstrak daun intaran diperoleh melalui proses maserasi untuk kemudian diformulasikan menjadi tiga formula obat kumur F1 (2,5%), F2 (5%) dan F3 (10%). Evaluasi mencakup pengujian karakteristik fisik seperti uji organoleptis, pH, viskositas, dan bobot jenis. Stabilitas dilakukan selama 28 hari, serta aktivitas anti jamur menggunakan metode difusi sumuran. Pengujian antijamur membandingkan ketiga formula dengan kontrol positif berupa obat kumur komersial Total care™ dan kontrol negatif berupa basis obat kumur tanpa ekstrak. Meski semua formulasi menunjukkan stabilitas fisik yang memenuhi standar sepanjang masa penyimpanan, namun tidak satu pun formula yang menghasilkan zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun sediaan obat kumur ekstrak daun intaran Bali stabil secara fisik, potensi anti jamurnya terhadap Candida albicans tidak terdeteksi dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang senyawa metabolit yang memiliki aktivitas anti jamur dalam kandungan daun intaran Bali.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia sp.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS WEBSTER ( Mus Musculus ) YANG DI INDUKSI ALOKSAN I Komang Agus Arya Saputra; Iyan Hardiana; Ni Made Raningsih; Ari Permana Putra; Ahmad Sahlan Baniu; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/hkfnen30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan galur Swiss Webster yang diinduksi aloksan. Daun kersen diproses melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan hasil ekstrak diuji fitokimia serta diberikan secara oral pada mencit dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi dalam lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (metformin), dan tiga kelompok perlakuan. Kadar glukosa darah diukur pada hari ke-0, ke-7 (pasca induksi aloksan), dan ke-8 (setelah pemberian perlakuan). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenol yang berkontribusi terhadap aktivitas antihiperglikemik. Dosis 400 mg/kg memberikan penurunan glukosa darah paling signifikan, mendekati efektivitas metformin. Penelitian ini mendukung potensi daun kersen sebagai alternatif terapi herbal untuk pengelolaan diabetes melitus.
PENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) LIDAH BUAYA DI DESA GESING KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Rizka Aisyah; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Putu Cicillia Septipani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.66

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya lidahbuaya (Aloe vera), sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah, murah, dan aman. Metode pelaksanaanmencakup pelatihan budidaya TOGA, penyuluhan khasiat ilmiah lidah buaya, serta praktik pembuatan jamu instan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari warga, terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan praktik, serta adanyainisiatif untuk mengembangkan produk olahan lidah buaya dalam bentuk serbuk jamu. Program ini tidak hanyameningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis herbal lokal yang potensial dikembangkan secara berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini mampu mendorong kemandirian masyarakat dalammenjaga kesehatan serta menjadi basis ekonomi keluarga yang baru.
DIVERSIFIKASI OLAHAN MANGGA MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI Rizka Aisyah; Iyan Hardiana; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Ni Komang Virginia Pradini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.91

Abstract

Diversifikasi olahan hasil pertanian merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk pangan konvensional. Mangga (Mangifera indica L.) adalah buah tropis unggulan di Indonesia dengan produksi melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi oleh produk pangan seperti jus, manisan, dan selai. Kondisi ini menyebabkan potensi non-pangan mangga, khususnya kandungan senyawa aromatik alaminya, belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diversifikasi olahan mangga melalui pembuatan lilin aromaterapi menjadi alternatif inovatif yang bernilai ekonomis dan fungsional. Mangga mengandung berbagai senyawa volatil, terutama pada daging dan kulit buah, seperti terpenoid, ester, dan aldehida, yang berkontribusi terhadap aroma khasnya. Senyawa-senyawa ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber aroma alami dalam produk aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang memanfaatkan aroma alami untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan psikologis, serta membantu mengurangi stres. Salah satu bentuk sediaan aromaterapi yang popular adalah lilin aromaterapi karena penggunaannya praktis, stabil, dan memiliki nilai estetika. Kegiatan PKM ini diberikan dalam bentuk diskusi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi di Bajar Dinas Kelodan.