Pasien geriatri dengan hipertensi sering kali menerima polifarmasi, yang meningkatkan risiko potensial interaksi obat. Namun, dampak klinis dari PIO terhadap pencapaian target terapi utama, seperti kontrol tekanan darah, masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama dalam konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan(cross-sectional) dan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien periode JanuariāJuli 2024. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 177 rekam medis yang dianalisis. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan basis data Interaction Checker. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman-Rank untuk menganalisis hubungan, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Mayoritas pasien adalah perempuan (52,54%) dengan kelompok usia terbanyak 60-74 tahun (75,14%). Golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) (31,73%) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (30,03%). Potensi interaksi obat ditemukan pada 84,18% pasien, dengan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (78,53%). Meskipun demikian, sebanyak 84,18% pasien berhasil mencapai target tekanan darah. Hasil uji Spearman-Rank menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah (p = 0,749). Kesimpulan: Potensi interaksi obat sangat umum terjadi pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik dengan keberhasilan pencapaian target tekanan darah pada populasi studi ini.
Copyrights © 2026