Retno Lisnawati
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BULELENG

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan dan Pelatihan Minuman Instan Dari Bahan Dasar Jahe (Zingiber Officinale Rosc) Iyan Hardiana; Ivans Panduwiguna; Boy Yunaidy; Silvia Anggreni; Retno Lisnawati; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines; Nyoman Ari Ratnadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.54

Abstract

Tanaman herbal banyak digunakan oleh penduduk sebagai obat kesuburan untuk memelihara kemampuan reproduksi dan fertilitas. Penurunan fertilitas dapat disebabkan oleh banyak faktor. Faktor yang dapat mempengaruhi fertilitas antara lain bahanbahan berbahaya. Secara langsung bahan berbahaya ini dapat mengganggu fungsi organ reproduksi, oleh karena itu tumbuhan obat tradisional seperti purwoceng, pasak bumi, cabe jawa dapat digunakan dalam memperbaiki fungsi reproduksi. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng untuk memberikan wawasan. Diharapkan masyarakat nantinya dapat menggunakan pengetahuan untuk pemberdayaan tanaman herbal Berdasarkan situasi tersebut Prodi Sarjana Farmasi Stikes Buleleng bermaksud memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng dengan membekali wawasan pemberdayaan tanaman herbal untuk fertilitas.
KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTI DIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT KERTHA USADA Putu Agus Suartama; I Dewa Ayu Rismayanti; Iyan Hardiana; Retno Lisnawati; Ahmad Sahlan Baniu; I Made Sundayana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/cc4z4b66

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik adanya hiperglikemia yang disebabkan karena suatu kelainan atau gangguan, kerja insulin ataupun kedua-duanya. Berdasarkan karakteristik diperoleh data yaitu sebagian besar responden yang jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 25 iorang (29,4%) dan perempuan sebanyak 21 iorang (24,7%). Karakteristik berdasarkan umur 25-35 tahun sebanyak 1 orang (1,2%), 36-45 sebanyak 3 orang (3,55), i46 56 sebanyak 10 orang (11,8%) idan i i>56 isebanyak i32 iorang (37,6%). Berdasarkanipada ketepatan iindikasi Sebagian besar responden tepat indikasi sebanyak 46 orang (100%), ketepatan obat Sebagian besar responden tepat obat sebanyak 35 orang (41,2 %) dan tidak tepat obat sebanyak 11 orang (12,9 %), tepat dosis sebanyak 46 orang (100%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidak rasionalisasi penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Kertha Usada pada periode Januari-Juni 2023.
ANALISIS HUBUNGAN POTENSIAL INTERAKSI OBAT TERHADAP PENCAPAIAN TARGET TEKANAN DARAH PASIEN GERIATRI PENDERITA HIPERTENSI DI BANGSAL RAWAT INAP RSUD KABUPATEN BULELENG I Gede Angga Putra Astra Dinata; Silvia Anggraeni; Lestari Nugrahini; Retno Lisnawati; Boy Yunaidy; Ivans Panduwiguna
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/qpe76632

Abstract

Pasien geriatri dengan hipertensi sering kali menerima polifarmasi, yang meningkatkan risiko potensial interaksi obat. Namun, dampak klinis dari PIO terhadap pencapaian target terapi utama, seperti kontrol tekanan darah, masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama dalam konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan(cross-sectional) dan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Januari–Juli 2024. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 177 rekam medis yang dianalisis. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan basis data Interaction Checker. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman-Rank untuk menganalisis hubungan, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Mayoritas pasien adalah perempuan (52,54%) dengan kelompok usia terbanyak 60-74 tahun (75,14%). Golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) (31,73%) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (30,03%). Potensi interaksi obat ditemukan pada 84,18% pasien, dengan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (78,53%). Meskipun demikian, sebanyak 84,18% pasien berhasil mencapai target tekanan darah. Hasil uji Spearman-Rank menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah (p = 0,749). Kesimpulan: Potensi interaksi obat sangat umum terjadi pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik dengan keberhasilan pencapaian target tekanan darah pada populasi studi ini.
EDUKASI SWAMEDIKASI NYERI YANG AMAN DAN RASIONAL PADA MASYARAKAT Ivans Panduwiguna; Boy Yunaidy; Ahmad Sahlan Baniu; Retno Lisnawati; Silvia Anggraeni; Ni Luh Yuni Naintina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.89

Abstract

Swamedikasi nyeri merupakan praktik yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan nyeri ringan hingga sedang dengan menggunakan obat bebas atau obat bebas terbatas tanpa resep dokter. Praktik ini pada dasarnya dapat memberikan manfaat berupa kemudahan akses pengobatan, penghematan biaya, dan percepatan penanganan keluhan ringan. Namun, swamedikasi yang tidak disertai pengetahuan yang memadai berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kesalahan pemilihan obat, penggunaan dosis yang tidak tepat, durasi pemakaian yang terlalu lama, serta risiko efek samping dan interaksi obat. Konsep rasional dalam swamedikasi mencakup pemilihan obat yang sesuai dengan jenis dan tingkat nyeri, penggunaan dosis yang tepat, memperhatikan aturan pakai, serta memahami batasan kapan swamedikasi dapat dilakukan dan kapan harus dirujuk ke tenaga kesehatan. Analgesik yang umum digunakan dalam swamedikasi, seperti parasetamol dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), memiliki profil manfaat dan risiko yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi individu, termasuk usia, penyakit penyerta, dan penggunaan obat lain. Melalui edukasi yang terstruktur, masyarakat diharapkan mampu mengenali jenis nyeri yang masih dapat ditangani dengan swamedikasi dan nyeri yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Edukasi juga menekankan pentingnya membaca label obat, memahami kandungan zat aktif, serta menghindari penggunaan obat secara berlebihan atau bersamaan tanpa dasar yang jelas. Peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sangat strategis dalam memberikan informasi yang benar dan mudah dipahami kepada masyarakat terkait penggunaan obat nyeri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI WIRAUSAHA LILIN AROMATERAPI DAN MINUMAN SEHAT BERBASIS MANGGA Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Reza Ismail Abdul Rahman; Ni Nyoman Ari Ratnadi; Retno Lisnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.90

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pendekatan strategis dalam pembangunan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan sentra pertanian. Salah satu bentuk pemberdayaan yang relevan dan kontekstual adalah pengembangan wirausaha berbasis potensi lokal. Komoditas mangga merupakan salah satu hasil pertanian unggulan di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun sering menghadapi permasalahan klasik berupa fluktuasi harga, panen raya yang berlebihan, serta keterbatasan diversifikasi produk. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil mangga tidak terserap pasar secara optimal dan berpotensi mengalami kerugian pascapanen. Oleh karena itu, inovasi pengolahan mangga menjadi produk bernilai tambah seperti lilin aromaterapi dan minuman sehat menjadi solusi alternative yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Inovasi wirausaha berbasis mangga dalam bentuk lilin aromaterapi dan minuman sehat merupakan pendekatan kreatif yang memadukan aspek pertanian, kesehatan, dan industri kreatif. Lilin aromaterapi berbasis mangga memanfaatkan aroma alami atau ekstrak mangga yang dikombinasikan dengan minyak esensial tertentu untuk menghasilkan produk relaksasi yang memiliki nilai estetika dan fungsional. Sementara itu, minuman sehat berbasis mangga dikembangkan dari daging buah mangga segar yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti vitamin C, beta-karoten, dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan. Kedua produk ini memiliki segmentasi pasar yang luas, mulai dari masyarakat umum hingga konsumen yang peduli terhadap kesehatan dan gaya hidup alami.