Lestari Nugrahini
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Karakteristik pasien HIV/AIDS koinfeksi tuberkulosis paru di Rumah Sakit XYZ Buleleng Eric Kurnia Abdillah; Reza Ismail Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.792 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v6i2.667

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is a collection of symptoms that arise due to a decrease in the body's immune system caused by the Human Immunodeficiency Virus (HIV). This study aims to determine the characteristics of HIV/ AIDS in doing therapy based on differences in antiretroviral regimens at XYZ Buleleng Hospital. The method used was descriptive observational using a cross sectional approach. Based on the results of a study on the characteristics of HIV/ AIDS sufferers with Pulmonary Tuberculosis co-infection at XYZ Buleleng Hospital for the January–June 2020 period, a sample of 18 people (total sampling) was obtained, the results in this study were that most of the HIV / AIDS patients with Pulmonary TB co-infection were treated at XYZ Bueleleng Hospital,it occurs with the age group of 26-35 years and men are many more than women. Most sufferers work more than they don't work and have less nutritional status based on BMI. The majority of supporting examination results with hemoglobin levels 10 g/ dl, cd4 count 100 cells/ mm3, negative BTA staining results, and have extensive lesions in thoracic photo radiology.
Rasionalitas penggunaan obat pada pasien PPOK di Puskesmas XYZ Jakarta Lestari Nugrahini; Iyan Hardiana; Azura Syafira Thalita; Jerry Jerry; Taufani Taufani
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.53 KB) | DOI: 10.32504/hspj.v6i2.672

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic pulmonary disease characterized by the occurrence of obstruction or obstruction of air flow in the airway that is progressively non reversible or partially reversible. An evaluation study of drug use in chronic obstructive pulmonary disease patients has been conducted at the XYZ Jakarta Health Center for the period of July – December 2017. The purpose of this study is to find out the pattern of drug use and the suitability of COPD treatment in adult patients at the Outpatient Installation of Public Health center XYZ Jakarta for the period of January-June 2017 which includes gender and comorbidity. The research was carried out at the Outpatient Installation of Public Health center XYZ Jakarta in November-December 2017 with a research method using descriptive by looking at the medical record data of adult COPD patients with a retrospective method, and sampling was carried out using the purposive sampling method for the January-June 2017 period.  The results of the study at Public Health center XYZ Jakarta on patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease of which out of 115 people the most widely used use of COPD drugs in patients that were most widely used was Beta Agonist 2 with the drug name Salbutamol as many as 112 (26.05%) items and the most widely used dosage form was the tablet dosage form, which was 381 (89.23%). The severity of the use of COPD drugs in adult patients was based on the criteria of appropriate indications (99.64%), appropriate drugs (99.64%), and appropriate dosage (100%). The conclusion in this study was that the rationality of drugs use in COPD patients has still 0.36% irrational use in indications and drugs.
Sosialisasi Penggunaan Antibiotik Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Reza Ismail Abdul Rahman; Putu Cicilia Septipani; Luh Yesi Angga Natalia Dewi; Luh Ade Dian Martines
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.55

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkotika di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, sehingga hal tersebut dijadikan masalah nasional. Menanganai masalah penyalahgunaan narkotika diperlukan kerjasama dari pihak pemerintah dan masyarakat. Ada lima bentuk cara untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba, yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan represif. Di Wilayah Pondok Pesantren Syamsul Huda Banjar Dinas Mundukkunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Berdasarkan hasil observasi masih minim pengetahuan tentang bahaya narkotika dan obat-obat terlarang sehingga sangat membutuhkan sosialisasi tentang penyalahgunaan narkotika bagi masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan mitra dan kelian adat banjar pumahan melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang “Penyalahgunaan Obat NAPZA untuk antiinflamasi di masyarakat” dengan harapan masyarakat dapat memahami bahaya narkotika dan pengaruhnya secara psikologis, sehingga dapat mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkotika.
TINGKAT KEPATUHAN PASIEN MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK AMOXICILLIN TABLET PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS II MENDOYO I Made Surya Widya Negara Surya; Lestari Nugrahini; Reza Ismail Abdul Rahman; Eric Kurnia Abdillah; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/spjzsw11

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas II Mendoyo. Penggunaan antibiotik yang tidak bijaksana dapat menyebabkan resistensi, yang menjadi masalah kesehatan global. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik cross-sectional. Sebanyak 106 pasien rawat jalan berpartisipasi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan dan pengetahuan pasien mengenai penggunaan antibiotik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21.7% responden tergolong kurang patuh, 32.1% cukup patuh, dan 47.2% sangat patuh dalam menggunakan amoxicillin. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan antibiotik. Simpulan: Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi yang lebih terarah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar guna mengurangi risiko resistensi antibiotik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk merancang program intervensi yang efektif dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan antibiotik di masyarakat.
EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Ni Putu Tika Eliyana Apsari; Iyan Hardiana; Reza Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/0ps6jb65

Abstract

Apsari, Ni Putu Tika Eliyana. 2024. Efektivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) Yang Diinduksi Karagenan. Skripsi Program Studi Ilmu Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng. Pembimbing (1) apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm. Pembimbing (2) Reza Ismail Abdul Rahman, S.Farm., M.Farm. Inflamasi merupakan respon protektif setempat yang ditimbulkan oleh cedera atau kerusakan pada jaringan yang berfungsi untuk menghancurkan, mengurangi, atau melokalisasi (sekuster) baik agen pencedera maupun jaringan yang cedera itu, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan efektivitas antiinflamasi dari Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga). Pada penelitian metode yang digunakan adalah uji eksperimental dengan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok besar yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok perlakuan dosis uji yang diberi ekstrak rimpang kencur dengan dosis yang berbeda. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok perlakuan 1, kelompok perlakuan 2 dan kelompok perlakuan 3 dengan dosis Kaempferia galanga masing-masing adalah 6,3 mg/kg BB, 12,6 mg/kg BB dan 25,2 mg/kg BB. Pengujian dilakukan dengan cara pembentukan radang pada kaki kiri mencit dengan menggunakan karagenan dan diukur volume edema setiap 30 menit selama 180 menit. Penurunan edema paling kuat pada kelompok perlakuan terlihat pada dosis 25,2 mg/kg BB dengan persentase penrunan sebesar 27,90%. Untuk analisis perbedaan antar kelompok digunakan uji ANOVA satu arah dan uji post hoc Tukey. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang kencur memiliki efektivitas sebagai antiinflamasi dengan penurunan edema pada mencit putih jantan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP PERSEPSI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI PUSKESMAS SERIRIT III Ni Putu Widya Aristina; Lestari Nugrahini; Ivans Panduwiguna; Made Yos Kresnayana; Gede Ivan Kresnayana; Ketut Putra Sedana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/v7kbtd44

Abstract

Obat tradisional sendiri memiliki pengertian sebagai ramuan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau bahan alami , bahan hewani, mineral, sari yang dicampur, dan diracik untuk kemudian dikonsumsi yang dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat sebagai pengobatan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien terhadap persepsi penggunaan obat tradisional di Puskesmas Seririt III. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional. Jumlah responden sebanyak 243 responden. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu berdasarkan usia terdapat hubungan dengan persepsi pasien terhadap penggunaan obat tradisional di Puskesmas Seririt III dengan nilai p value variabel (0,047). Namun tidak terdapat hubungan pada Pendidikan dengan nilai p value (0,063) dan nilai p value pekerjaan (0,073).
ANALISIS PERENCANAAN OBAT DI PUSKESMAS PORIS GAGA LAMA PERIODE JANUARI – DESEMBER 2023 Evanti Indriastuti; Reza Ismail Abdul Rahman; Lestari Nugrahini; Ni Luh Yuni Naintina; Boy Yunaidy; Silvia Anggraeni
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 2 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/tktqdx38

Abstract

Perencanaan obat merupakan tahap dalam pengelolaan yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dalam pelayanan kesehatan untuk menghindari kekosongan obat. Sehingga perlu dilakukan analisa perhitungan secara tepat agar obat yang tersedia sesuai dengan kebutuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesesuaian perencanaan obat terhadap realisasi pada RKO 2023 sedangkan untuk tujuan khusus adalah untuk mengetahui kesesuaian perencanaan obat baru, obat kombinasi dan jumlah pemakaian terhadap realisasinya. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan metode konsumsi. Data yang diambil merupakan data sekunder secara retrospektif berupa data perencanaan obat periode Januari – Desember Tahun 2023 dan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) Puskesmas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan perencanaan obat di Puskesmas Poris Gaga Lama pada tahun 2023 terdapat kesesuaian antara perencanaan obat dengan realisasinya sebesar 64,76 %. Kemudian pada perencanaan obat baru dan obat kombinasi terdapat kesesuaian sebesar 0% yang disebabkan tidak terdatanya penggunaan untuk obat baru dan obat kombinasi dan untuk jumlah pemakaian terdapat kesesuaian dengan realisasi sebesar 81,90% disebabkan adanya peningkatan pasien. Kesimpulan bahwa perencanaan obat dipuskesmas Poris Gaga Lama masih perlu diperhatikan kembali diharapkan perlu dilakukan pelatihan mengenai pengelolaan obat kepada seluruh petugas pengelola obat di Puskesmas.
ANALISIS HUBUNGAN POTENSIAL INTERAKSI OBAT TERHADAP PENCAPAIAN TARGET TEKANAN DARAH PASIEN GERIATRI PENDERITA HIPERTENSI DI BANGSAL RAWAT INAP RSUD KABUPATEN BULELENG I Gede Angga Putra Astra Dinata; Silvia Anggraeni; Lestari Nugrahini; Retno Lisnawati; Boy Yunaidy; Ivans Panduwiguna
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/qpe76632

Abstract

Pasien geriatri dengan hipertensi sering kali menerima polifarmasi, yang meningkatkan risiko potensial interaksi obat. Namun, dampak klinis dari PIO terhadap pencapaian target terapi utama, seperti kontrol tekanan darah, masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama dalam konteks lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan(cross-sectional) dan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Januari–Juli 2024. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 177 rekam medis yang dianalisis. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan menggunakan basis data Interaction Checker. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman-Rank untuk menganalisis hubungan, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Mayoritas pasien adalah perempuan (52,54%) dengan kelompok usia terbanyak 60-74 tahun (75,14%). Golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB) (31,73%) dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (30,03%). Potensi interaksi obat ditemukan pada 84,18% pasien, dengan tingkat keparahan terbanyak adalah moderate (78,53%). Meskipun demikian, sebanyak 84,18% pasien berhasil mencapai target tekanan darah. Hasil uji Spearman-Rank menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara potensi interaksi obat dengan pencapaian target tekanan darah (p = 0,749). Kesimpulan: Potensi interaksi obat sangat umum terjadi pada pasien geriatri penderita hipertensi di RSUD Kabupaten Buleleng, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik dengan keberhasilan pencapaian target tekanan darah pada populasi studi ini.