Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa kelas II dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan ratusan di SDS Pelangi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas II dan wali kelas II sebagai narasumber utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan ratusan masih beragam. Kesulitan utama yang dialami siswa meliputi kurangnya pemahaman nilai tempat, kesalahan dalam proses menyimpan dan meminjam angka, kurangnya ketelitian dalam berhitung, serta rendahnya rasa percaya diri saat mengerjakan soal matematika. Faktor penyebab kesulitan belajar berasal dari faktor internal dan eksternal, seperti rendahnya kemampuan dasar berhitung, kurangnya variasi metode pembelajaran, serta minimnya pendampingan belajar di rumah. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru menggunakan media konkret, tabel nilai tempat, gambar, serta latihan bertahap dan pendampingan belajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam menentukan metode dan media pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap operasi hitung bilangan ratusan.
Copyrights © 2026