Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Kemampuan Siswa dalam Menyusun Teks Laporan Penelitian pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Sarah Nadia; Nadia Fitriani Rambe; Nazwa Pasha; Yulia Armaini Siregar; Aurelia Septiandari; Saiba Oktania; Fitriani Lubis
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.675

Abstract

Menulis teks laporan penelitian adalah salah satu aspek terpenting dalam mempelajari bahasa Indonesia karena melibatkan pemikiran kritis, literasi, dan penyampaian informasi secara sistematis. Namun, pada kenyataannya, banyak siswa masih kesulitan menulis teks laporan penelitian yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berbagai tantangan yang dihadapi siswa saat menulis teks laporan penelitian, penyebab mendasar dari tantangan-tantangan ini, peran yang dimainkan oleh guru dalam membantu siswa mengatasi tantangan-tantangan ini, dan strategi-strategi yang dapat digunakan untuk membantu siswa menjadi penulis yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (literature review) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui berbagai sumber pustaka dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kemampuan menulis teks laporan penelitian. Untuk menemukan pola masalah yang berulang, data tersebut selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa terus mengalami kesulitan dalam memahami struktur laporan penelitian, menggunakan bahasa yang sesuai, pemilihan kosakata, menyusun kalimat yang efektif, dan membedakan antara fakta dan opini. Baik faktor internal maupun eksternal, seperti kurangnya bahan ajar dan metode pengajaran yang kurang beragam, mempengaruhi tantangan-tantangan ini, serta faktor internal termasuk minat baca yang rendah, kosakata yang terbatas, dan motivasi belajar yang rendah. Selain itu, diperkirakan bahwa penggunaan teknologi digital, strategi pembelajaran aktif, dan latihan menulis yang berkelanjutan dapat membantu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Untuk menghasilkan pembelajaran yang mendorong pengembangan kemampuan menulis laporan penelitian, guru, siswa, dan lingkungan pendidikan harus bekerja sama.
Analisis Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar dan Upaya Mengatasinya Sarah Nadia; Aurelia Septiandari; Nazwa Pasha; Yobel Tarigan; Abraem Prayenta; Edizal Hatmi
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/458yax86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran karena lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan penguatan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman guru terhadap konsep Kurikulum Merdeka, keterbatasan penguasaan teknologi digital, minimnya sarana dan prasarana pendidikan, serta hambatan dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran di luar kelas. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi problematika tersebut, antara lain melalui pelatihan dan pendampingan guru, optimalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG), pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM), serta dukungan pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan. Dengan demikian, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan sarana pendidikan, dan kerja sama antara pemerintah, sekolah, serta masyarakat.